"Angkanya menurut kami sangat besar, 50 persen itu ibaratnya kami bisa dibilang punya prestasi untuk kami melaporkan ke induk kami, karena 50 persen itu cukup besar dan memang secara kemampuan keuangan sebenarnya kami tidak mampu bayar dari hasil pendapatan tol karena untuk membayar kewajiban saja kami masih harus minta ke induk dan induk tidak ngasih gratis tapi pinjaman, dia kasih pinjam ke anaknya, yang bayarnya nanti setelah bisnis tentram ke arah positif," beber Andree.
Secara koordinasi Andree bersyukur dan sangat bahagia karena tim Bapenda Kukar sangat intens menjalin komunikasi. Baik secara fisik dan komunikasi via WA dan telpon juga intens, sehingga PT KBS punya kesempatan untuk menceritakan secara riil kondisi pendapatan. "Memang waktu itu sempat di spill bahasa jaman sekarang, ada potensi kenaikan sekitar 9 sampai 10 miliar, wuaduh kami langsung berpikir ini pasti gagal bayar, tapi karena ada kebijakan dan kebijaksanaan Kukar terkhususnya Bapenda bahwa kemampuan bayar sangat dipertimbangkan sehingga sangat kami terbantu mulai dari ketetapan tidak naik sampai kami terus berusaha untuk pengurangan dan ternyata dikabulkan," ucapnya.
Untuk kesekian kalinya Andre atas nama manajemen PT JBS mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, ketika nanti setelah kondisi pendapatan cukup tentram maka pihaknya berencana tidak akan meminta pengurangan.
"Nanti kalau kita sudah positif dan punya cast flow yang tidak mines lagi kami akan full bayar kewajiban kami dan tidak meminta pengurangan lagi," ujar Andree. (*)