“Kami ada beberapa materi pelatihan tentu perpajakan kaitannya dengan laporan keuangannya, seperti pelatihan unsur-unusr pajak sehingga laporannya itu sesuai dengan ketentuan, jangan sampai ada pajaknya itu terhutang sehingga di tahun berikutnya ketika ditagihkan jadi repot kan,” kata Tahufiq.
Thaufiq menyatakan dengan adanya pelatihan perpajakan ditujukan kepada seluruh koperasi di Kukar maka kedepannya pengurus koperasi ini paham dan sadar pentingnya pajak. Segala sesuatu hal terkait pajak, dan ketika ada pajak yang perlu ditanyakan ke petugas pajak sehingga mereka pengurus pajak bisa terlepas dari tunggakan pajak. “Karena ketika diberlakukan pajak kan tarik mundur dan banyak kan (tagihannya, red) akhirnya, dalam hal ini kami ingin menciptakan bahwa seluruh koperasi di Kutai Kartanegara adalah koperasi-koperasi yang taat pajak,” ungkapnya.
Dalam penjelasannya pentingnya pembinaan dilakukan kepada seluruh koperasi karena koperasi adalah salah satu bentuk organisasi yang menjadi tulang punggung perekonomian, khususnya di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koperasi juga memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi antar individu.
“Selain itu Koperasi juga memberikan kontribusi pada pembangunan daerah melalui pajak dari usaha yang dijalankan. Oleh karena itu, koperasi di perlu memahami dan mengikuti peraturan perpajakan yang berlaku,” jelasnya.
Perpajakan merupakan salah satu aspek penting dalam mengelola keuangan koperasi. Peraturan perpajakan di Indonesia terus berubah dan berkembang seiring dengan dinamika ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia. Oleh karena itu, koperasi harus terus beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut. “Jadi pelatihan atau edukasi terkait perpajakan penting bagi pelaku UMKM dan koperasi,” tegasnya. (*)