Sunggono mengatakan Pemkab Kukar memberikan fasilitas tersebut agar para Kader PPKBD lebih mudah dalam membuat pelaporan terkait tugasnya di lapangan.
Smartphone tersebut berisi aplikasi sistem pelaporan, termasuk penanganan stunting.
“Gunakan dengan baik untuk pelaporan, jangan dipakai untuk yang tidak seharusnya. Semoga bisa membantu dalam tugas kita khususnya menangani stunting. Selain itu, Pemkab Kukar juga memperhatikan operasional para Kader,” pesannya.
Dikatakannya kegiatan tersebut guna memberikan pemahaman, semangat dan motivasi baru kepada para Penyuluh dan Kader, supaya bisa mencapai indikator Bangga Kencana dengan baik dan tentunya dalam hal penurunan stunting.
Sunggono mengatakan kebijakan penanganan stunting Kukar mengikuti kebijakan nasional, yakni pengukuran serentak pada balita pada Juni tadi. Di Kukar sudah 98,9 persen terukur, semua Kecamatan terukur penuh kecuali di Kecamatan Muara Kaman yang sulit mencapai 100 persen, karena banyak warga yang sulit ditemui akibat tinggal di wilayah perkebunan. Untuk itu, para Kader kedepannya agar berkoordinasi dengan klinik perkebunan.
Setelah dilakukan pengukuran, kata Sunggono ternyata ada empat kelompok balita. Salah satunya Kelompok balita perlu intervensi (perlakuan khusus) atau yang berpotensi menambah angka stunting di Kukar.
“Maka Pemkab Kukar juga memberikan perlakuan dengan memberikan makanan bergizi tambahan sejak beberapa bulan lalu, dan diberikan konsultasi dokter spesialis anak,” ujarnya. (adv/prokom04/si/mh)