Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi pada umumnya. “Kaidah-kaidah ini telah dilakukan kawan-kawan Desa Bhuana Jaya dengan menciptakan TTG alat modifikasi mesin perontok padi,” kata Arianto.
Arianto menjelaskan dari informasi yang dilakukan DPMD mendampingi Desa Bhuana Jaya kenapa mereka membuat alat perontok padi tersebut bertujuan agar para petani di desa tersebut dalam panen bisa mengerjakan panen padi dengan mudah dan efisien dalam waktu pengerjaannya.
Keunggulan alat perontok padi merupakan alat yang banyak dijumpai di toko-toko pertanian, namun secara spesifik alat yang ada di Desa Bhuana Jaya memiliki kemampuan untuk menghasilkan dan membersihkan padi dengan hasil yang sangat memuaskan, alat perontok padi tersebut memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan alat perontok padi yang lain.
Jerami yang terbuang dari lubang pembuangan alat perontok terbuang sangat jauh sekitar tujuh sampai sembilan meter, jadi tidak perlu tenaga manusia untuk menyisihkan dan membuang jerami yang sudah menumpuk.
Kemudian angin yang dihasilkan dari kipas pembuangan sangat kencang sehingga sesuai dengan kapasitas batang padi yang dimasukkan kedalam alat tersebut, yang menghasilkan gabah padi bersih terpisah dari gabah kosong, batang padi dan kotoran lainnya.
Kemampuan alat untuk menghasilkan padi bersih kurang lebih dua kali lipat dari alat perontok padi konvensional yang ada dipasaran. Alat tersebut mampu menghasilkan kurang lebih satu ton setengah gabah bersih basah atau sekitar 30 karung gabah bersih basah.
Alat perontok padi ini menggunakan mesin pengerak berbahan bakar pertalite, silinder 2 tak dengan ukuran kekuatan antara 9 sampai 15 PK. Alat tersebut dalam satu jam membutuhkan bahan bakar sekitar 5 liter bahan bakar untuk ukuran 1 hektar sawah. Harga jual alat perontok padi ini tidak terlalu mahal dan sangat terjangkau yaitu hanya sekitar 15 jutaan saja.
“Berkat TTG Desa Bhuana Jaya ini, belum lama ini DPMD Sumatera Selatan kunjungan lapangan untuk kegiatan studi banding. TTG Desa Bhuana Jaya ini juga sebagai wujud untuk mendukung ketahanan pangan di Kukar,” tegas Arianto. (*)