"Bantuan yang akan diserahkan santunan itu 200 ribu perbulan, merupakan ada anggaran yang masuk di perubahan, yang mungkin menerimanya selama 4 bulan. Kemudian tadi itu dibahas teknis untuk penyalurannya," kata Yuliandris.
Adapun warga Kukar yang akan menerima bantuan ini sebanyak 4.687 orang. Dihadirkan koordinator petugas PKH kecamatan se-Kukar in karena dalam teknis penyaluran bantuannya bertugas melakukan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.
Diharapkan santunan itu bisa diterima langsung dan dimanfaatkan langsung oleh penerima manfaat. "Makanya kita minta para pendamping PKH seluruh kecamatan melakukan pendampingan baik itu proses penarikan uang sampai kemanfaatan supaya tidak disalahgunakan, kita tidak suudzon namun bisa saja kadang kadang uang itu diterima ditarik tetapi tidak ada manfaatnya, malah yang menikmati pihak pihak lainnya yang menikmati," sebutnya.
Dari hasil rapat koordinasi ini ada kesepakatan bersama pihak Bankaltimtara bahwa penyalurannya nanti teknisnya menggunakan virtual account. Ini dilakukan untuk mempermudah warga penerima manfaat menerima bantuan, tidak harus membuat nomor rekening atau buku tabungan dengan berbagai macam prosedur administrasi yang ribet.
"Karena penerima manfaatnya itu orang-orang istimewa ada lansia ada disabilitas jadi penerima manfaat itu cuma dimintai dinas sosial berupa nomor telpon NIK kemudian alamatnya nama lengkap dan lain sebagainya itu diinformasikan disampaikan di bank, nanti menyalurkan itu melalui OTP terhadap penerima, ketika dana itu tersedia maka penerima manfaat itu akan diberi, OTP uang santunan bisa diambil di ATM tanpa kartu ATM," tegasnya.
Jadi tujuan dari rapat ini untuk membahas teknis penyaluran bantuan kepada warga agar lebih mudah diterima serta efektif. "Semoga ini bisa terealisasikan, target kita mengharapkan pertengahan Desember ini sudah tersalurkan," tegas Yuliandris. (*)