"Jadi DPMD Sumatera Selatan survey lapangan dulu kemarin terkait dengan ketahanan pangan dan teknologi tepat guna di bulan November dan Desember. Rencananya mereka akan membawa 150 kepala desa dari wilayah mereka studi banding ke Kukar sini," kata Arianto kemarin.
Ia menjelaskan untuk TTG memang sudah ada yang berjalan di desa-desa yang ada di Kutai Kartanegara, khususnya di desa Suka Maju itu sudah sangat eksis yakni mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi paving blok.
"Ini salah satu yang bertahan dan eksis yaitu pemanfaatan teknologi tepat guna bahkan kita sudah wakili Kukar ke tingkat nasional bersama dengan provinsi, jadi dari situlah Kukar dalam penerapan TTG ini dilirik oleh mata nasional," ungkapnya.
Sebenarnya di tempat lain juga ada penerapan TTG ini tapi ada yang masih eksis namun banyak juga yang tidak. Untuk di Desa Suka Maju ini dia eksis terus dan bertahan sampai mengembangkan lebih luas lagi. Untuk bahan baku sampah plastik itu mencari-cari keluar juga tidak hanya dari sampah plastik yang ada di desa Suka Maju saja tapi sampai mendatangkan sampah plastik dari desa lain "Sudah menjadi nilai ekonomi andalan setempat," terangnya.
Arianto menegaskan, diakuinya bahwa belum semua desa dan kecamatan melirik TTG itu secara serius, hal inilah yang mau di oleh DPMD seperti apa nanti potensi-potensi lainnya berkaitan dengan pengembangan TTG ini agar bisa dioptimalisasi atau bisa berkembang di Kukar.
"Harapannya dengan momen Kukar dilirik ini, desa-desa lain juga terpacu dan termotivasi, ternyata Kukar bisa juga kalau memang mau mengembangkan TTG, Kukar bisa contohnya Desa Suka Maju dan Desa Bhuana Jaya," pungkasnya. (*)