Gencar Intervensi Stunting, Berhasil Ditekan Jadi 17 Persen
2 menit baca340 kali dibaca

TENGGARONG – Di Kutai Kartanegara data prevalensi stunting menunjukkan penurunan yang sangat signifikan yaitu dari 27% tahun 2022, menjadi 17,6 % di Tahun 2023. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto yang juga selaku Tim Penanggulangan Penurunan Stunting (TPPS) Kukar saat menyampaikan sambutan pada acara kunjungan kerja Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Timur Yulia Zubir Akmal ke Posyandu Tunas Mekar 1 Desa Rapak Lambur Kecamatan Tenggarong, pekan tadi,
Arianto juga mengatakan, masalah gizi disebabkan oleh faktor kekurangan asupan makanan bergizi dan atau seringnya terinfeksi penyakit menjadi salah satu penyebab langsung terjadinya masalah gizi. Pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan, sulitnya akses pelayanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap akses makanan bergizi dan layanan kesehatan, pemberian makanan bergizi, dan layanan kesehatan pemberian makanan tambahan PMT berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada balita dan upaya pencegahan stunting.










