Direktur TEC Kaltim Regional 2 Habib Zainuri mengatakan kegiatan ini dirangkai dengan wisuda khatam quran 30 juz yang diikuti oleh 19 lembaga dari empat kecamatan yakni Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu dan Sebulu dengan total santri 93 orang. Setelah wisuda dilanjutkan kegiatan diklat supervisor diikuti 34 utusan peserta dari Kabupaten Kukar, Kota Samarinda dan Kutai Timur.
“Jadi tingkat se Kaltim diklat supervisor metode tilawati. Diisi dengan materi-materi tentang supervisi kemudian setelah selesai materi seluruh 34 peserta tadi kita praktek langsung ke lapangan kami hadirkan santri tiga rombel (rombongan belajar atau kelas),” kata Habib kepada korankaltim.com, Rabu (25/9/2024).
Setelah melakukan supervisi ke rombel yang ditangani, para peserta membuat laporannya perindividu. Rampung pembuatan laporan kemudian dilanjutkan melakukan supervisi langsung ke sekolah formal yang sudah menerapkan metode tilawati. “Itu ada di SDN 01 ada SDN 02 dan SDN 03 kecamatan Tenggarong. Ini Diklat pertama yang dilaksanakan di cabang,” terang Habib.
Hadir langsung pada kegiatan ini Direktur Eksekutif Pesantren Nurul Falah Surabaya/Pusat Pembelajaran Al Qur'an Metode Tilawati Umar Jaeni, Sekretaris Direktur Pesantren Nurul Falah Surabaya Abdur Rohim dan Asisten Direktur 2 Bidang Tilawati Ustadz Muhammad Toha Mahsun.
“Harapan kami dipengurus itu sebagai perpanjangan dari tilawati pusat berharap lembaga-lembaga yang sudah menggunakan tilawati itu betul-betul dari segi kualitas kami bisa menjaganya dengan baik melalui para supervisor yang mengikuti diklat,” harapnya.
Habib menegaskan pentingnya dilakukan diklat supervisor ini karena selama ini hasil evaluasi TEC Kaltim memang banyak sudah yang menggunakan metode tilawati yakni untuk di Kukar sendiri sudah 150-an lebih lembaga, cuma persoalannya adalah ketika dalam hal menjaga kualitas, pihaknya agak kewalahan karena supervisor yang ada di tahun-tahun sebelumnya hanya berjumlah empat orang. “Sedangkan untuk pengurus Kaltim Regional 2 saja kami menangani Kukar, Kubar dan Mahulu,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur