Pejabat Sementara Kepala Teknik Tambang (Pjs. KTT) GBU, Adi Rachmani menyampaikan bahwa bantuan GBU ini adalah aksi tanggap darurat kemanusiaan untuk korban bencana banjir Kubar di mana perusahaan beroperasi. "Kami turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa masyarakat di Kutai Barat dan kami berharap bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak," ujar Adi.
Selain menerjunkan Tim ERT, GBU turut memberikan bantuan logistik pada korban banjir. Bantuan ini berupa kebutuhan pokok, seperti bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan anak, perlengkapan mandi, dan selimut.
Sekretaris Kampung Empakuq, Alvius, mewakili segenap warga turut menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dari GBU. “Sebagian besar mata pencaharian warga adalah bercocok tanam, sehingga dengan musibah ini warga tidak dapat berkebun. Dengan adanya bantuan ini tentunya sangat membantu warga kami yang terkena dampak banjir ini,” terang Alvius.
Setelah beberapa hari musibah banjir, kegiatan kemanusiaan Tim ERT GBU menjangkau sejumlah daerah terdampak, di antaranya: Kelurahan Melak Ilir, Kampung Empakuq, Kampung Emakuq dan Kampung Muara Bunyut yang berada di Kecamatan Melak.
Bantuan kemanusiaan yang dilakukan GBU ini juga melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penangan Bencana (BNPB) Kubar, serta pemerintah daerah setempat. Melalui aksi ini, diharapkan dapat mendorong seluruh elemen masyarakat terkait untuk turut bahu-membahu membantu korban terdampak yang membutuhkan. (*)