"Kami mendampingi bupati menyerahkan bantuan sosial program kemiskinan ekstrim yang merupakan program nasional sesuai yang ditargetkan Presiden Jokowi tahun 2024 ini nol persen," ujar Kepala Dinsos Kukar, H Hamly.
Ini merupakan tugas berat semua pihak, khusus di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi prioritas utama bupati yaitu kaitannya dengan program rumah besar pengentasan kemiskinan itu yang didalamnya juga terdapat program pengentasan kemiskinan ekstrim.
"Dinas Sosial sudah diberikan amanah program-program untuk membantu warga yang masuk di kriteria kemiskinan ekstrim itu antara lain adalah lansia, anak terlantar dan penyandang disabilitas. Itu sudah terdata dan sebagian besar datanya sudah kita programkan untuk disalurkan di 2024," papar Hamly.
Program ini sebenarnya lanjutan dari tahun 2023 dan Februari ini sudah digelontorkan bantuan pangan untuk termin pertama diseluruh kecamatan se-Kukar, untuk warga yang terdata dan layak untuk menerima program kemiskinan ekstrim ini adalah warga yang tidak termasuk dalam penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Harapannya ke masyarakat program ini membantu target pemerintah pusat bahwa kemiskinan ekstrim nol persen di Indonesia, kedua setelah dilakukan verifikasi validasi memang ada beberapa warga yang memang terindikasi masuk kriteria layak menerima itu, kami salurkan supaya bisa membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari termanfaatkan," ucap Hamly.
Kalau ada yang bisa diberdayakan yaitu disabilitas diupayakan lebih mandiri dan Dinsos siap memberikan bantuan tidak hanya sembako ini saja, nanti akan Dinsos pantau, evaluasi dan asesmen.
"Manakala disabilitas itu masih remaja dia perlu bantuan sepeda motor roda 3 dan sarana pendukung untuk berdikari misalnya berjualan ya kita monitoring evaluasi asesmen nantinya sebagaimana program kementerian sosial yang tidak hanya memberikan bantuan kepada disabilitas tapi juga diberdayakan untuk mereka lebih mandiri," tutup Hamly.
Penyerahan bantuan terakhir dilakukan di Kecamatan Marangkayu tepatnya di Desa Perangat Baru kawasan Kampung Kopi Luwak yang merupakan CSR dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur.
Rombongan bupati ini didampingi Kadinsos H Hamly disambut warga Desa Perangat Baru beserta Camat Marangkayu H AR Ambo Dalle dan Kades Perangat Baru Fitriati. (*)