"Semua harus berhati-hati dalam aliran kepercayaan yang tidak jelas, seperti radikalisme dan terorisme masih belum tuntas, saya berharap tokoh masyarakat dan tokoh pemuda tingkat kabupaten hingga kecamatan dan kelurahan dan desa harus punya peran untuk memberantas paham radikalisme," kata Rinda.
Paham-paham serta aliran menyimpang bisa dicegah dengan semakin meningkatkan sikap toleransi yang tinggi ditengah masyarakat, sehingga terciptanya keharmonisan, aman dan ketenteram bermasyarakat. Ia menuturkan paham radikalisme merupakan kejahatan yang sangat luar biasa dan juga berasal dari sikap, pemahaman dan tindakan yang sangat berbahaya.
"Contohnya seperti kaum Syiah, kaum khilafah dan kaum penganut aliran senada lainnya maka kami ingatkan agar masyarakat harus banyak belajar mencegah paham radikalisme tersebut sejak dini,” sebut Rinda.
Dampak dari paham ajaran tersebut sangat berbahaya, karena dapat mempengaruhi paham intoleransi yang bersifat sesat. Kewaspadaan secara dini ini penting menjadi perhatian bersama mengingat dalam perjalanan sejarah, Kabupaten Kukar pernah menjadi tempat pelarian para teroris pelaku bom bali di Tanjung Berukang Kecamatan Anggana.
"Masyarakat harus aktif di organisasi kemitraan pemerintah melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), agar mampu mentuntaskan radikalisme,” tegasnya.
Hal senada pernah dilontarkan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah yang memaparkan FKDM dibentuk sebagai mitra Pemda agar menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik. Rekan-rekan motor penggerak FKDM ini diharapkan lebih meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi secara dini dan membuat laporan segala pemasalahan di masyarakat yang dapat menjadi potensi gangguan keamanan, ketertiban, sosial keagamaan dan kemasyarakatan, bahkan penyelenggaraan pemerintahan.
“Memang dibutuhkan figur – figur rela berkorban, mengorbankan waktu untuk betul betul menjalankan tugas dan fungsi FKDM dengan baik, walaupun tidak ada insentif atau tunjangan. Dan ini memang panggilan nurani,” ujar Edi.
Dikatakannya Pemerintah terus berupaya memfasilitasi dan memberdayakan Forum – forum bentukan pemerintah seperti FKDM, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dengan percepatan pembentukan kepengurusan di tingkat Kabupaten dan tingkat Kecamatan, dan terus didorong pembentukannya hingga tingkat Kelurahan dan Desa. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kondusifitas wilayah Kukar dengan segala potensinya, baik potensi kekayaan Sumber Daya Alam, potensi wisata maupun segala potensi munculnya konflik sosial yang ditimbulkannya.
”Kami harus waspada, samakan persepsi bekerja untuk menyatukan rakyat dan memberikan kontribusi kepada masyarakat, apabila terjadi konflik agar segera diselesaikan dengan baik dan segera melaporkan kepada Camat atau aparat terkait lainnya,” tegas Edi Damansyah. (*)