"Sudah empat tahun berturut-turut kita meraih predikat madya. Kita ingin segera mendapat predikat utama di tahun depan," kata Kepala DP3A Kukar, Bambang Arwanto.
Untuk itu, DP3A Kukar sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa naik ke tingkat utama hingga nanti menjadi KLA. Salah satunya dengan melakukan studi banding ke beberapa kota yang sudah meraih predikat utama.
"Beberapa waktu kita berkunjung ke Yogyakarta yang telah meraih predikat utama. Kita sudah mempelajari variabel-variabel yang harus kita standarisasi," tuturnya.
Variabel-variabel yang perlu distandarisasi lagi tersebut mulai dari layanan anak, kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh pihak hingga adanya bangunan taman ramah anak. "Untuk yang lainnya sudah cukup, perlu lebih ditingkatkan saja. Kalau untuk penambahan variabel yang diperlukan, mungkin lebih ke taman ramah anak. Ini yang perlu kita persiapkan," sebut Bambang.
Dijelaskannya saat ini Kabupaten Kukar sudah mempunyai dua variabel yang sudah standarisasi. Yakni ruang belajar ramah anak dan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Namun jumlahnya masih sedikit, sehingga akan diupayakan untuk bisa ditambah kedepannya.
"Apalagi kami punya banyak beberapa taman yang dibangun. Kita akan libatkan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kukar untuk membuat taman yang ramah anak," jelasnya.
Misalnya dengan taman-taman yang sudah dibangun dibawah Jembatan Kukar dari beberapa perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Taman tersebut bisa disulap menjadi taman-taman untuk mendapat standarisasi sebagai RBRA.
"Pembangunan taman ramah anak ini juga merupakan implementasi dari kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat oleh pemerintah daerah dalam memperhatikan kebutuhan anak," kata Bambang lagi.
Pembangunan taman dengan disertai jargon/motto kepedulian terhadap kebutuhan anak ini juga dibutuhkan. Sebab, selain kebijakan, diperlukan juga visualisasi yang dapat dilihat langsung bahwa kebijakan tersebut sudah diimplementasikan. "Jadi dapat dilihat wujud nyata kebijakan dalam upaya kami menjadikan Kabupaten Kukar sebagai KLA," jelasnya.
DP3A Kukar juga semakin memantapkan upaya meraih predikat utama tersebut. Apalagi dengan rencana pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) Perempuan dan Anak di tahun 2024 mendatang. Dimana saat ini perekrutan tenaga teknis untuk mengisi MPP tersebut sudah dilakukan.
"Ditambah dengan rencana pembangunan MPP Perempuan dan Anak ini, kita optimis bisa meraih predikat utama dalam menjadikan Kabupaten Kukar sebagai Kabupaten Layak Anak," tutup Bambang. (*)