Kepala Diarpus Kukar Hj Aji Lina Rodiah mengatakan selain menambah kemampuan SDM dengan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan arsip dinamis dan penyusunan daftar arsip aktif oleh narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), pihaknya juga mendapatkan referensi bagaimana pengelolaan arsip di Badung bisa sangat meningkat karena didukung oleh SDM yang mumpuni serta sarana prasarana yang menunjang.
Diantara sarana prasarana yang turut menunjang sehingga pengelolaan arsip di Kabupaten Badung sangat baik dan terpilih menjadi predikat nomor dua nasional ini, karena juga memiliki mobil layanan arsip keliling atau mobil masyarakat sadar arsip.
“Disana punya mobil layanan arsip, jadi mereka bisa ke kecamatan dan kemana pun yang menjadi wilayah tugas kewenangannya untuk mensosialisasikan mengajarkan pengelolaan arsip yang baik, mereka punya itu,” kata Aji Lina Rodiah.
Berdasarkan dari pengalaman inilah, Diarpus Kukar berharap mudahan di tahun depan tepatnya di APBD-Perubahan 2024 bisa diakomodir untuk realisasi pengadaannya. “Mudahan bisa semoga, dia itu mobil seperti kita yang sudah punya mobil perpustakaan keliling, jadi mereka disana selain punya mobil perpustakaan keliling juga punya mobil layanan arsip keliling ya mudahan kita juga, cuma bagi saya yang penting itu adalah kita punya depo arsip representatif seperti di Badung,” harapnya.
Aji Lina Rodiah menegaskan memang keberadaan depo arsip sangat dibutuhkan di Kukar, karena jika semua OPD sudah menyerahkan arsipnya baik itu arsip dinamis ataupun arsip statis nya ke Diarpus Kukar maka tidak lagi kebingungan mau menaruhnya dimana, karena memiliki depo arsip yang representatif.
“Dan nanti kepercayaan OPD juga berkurang kalau kita tempatkan arsip-arsip mereka bertumpuk-tumpuk, sehingga OPD itu hilang kepercayaan arsipnya untuk menitipkan ke kita, kalau sudah punya depo yang sesuai standar insyaAllah kepercayaan OPD itu tidak hilang,” tegasnya.
Sejauh ini baru ada sembilan OPD yang menyerahkan arsip dinamis dan beberapa OPD yang menyerahkan arsip statisnya ke Diarpus Kukar, untuk sementara ini depo arsip milik Pemkab Kukar yang merupakan bangunan eks perpustakaan daerah di Jalan Pangeran Diponegoro Tenggarong masih cukup menampung.
“Tapi nanti kalau semua OPD menyerahkan ke kami tentu tidak akan cukup karena kita punya sekedar bangunan depo arsip eks bangunan perpustakaan daerah, jadi itulah harapan kami semoga kita bisa didukung untuk pembangunan depo arsip, ini sangat penting karena usulan ini sejak 2018 itu sudah memohon harusnya ini jadi prioritas,” tutup Aji Lina. (*)