“Kami bagi beberapa angkatan pelaksanaannya, karena ada seribuan jumlah kader posyandu itu. Kami berikan bimtek dibekali oleh para narasumber dari dinas kesehatan dari dinas pengendalian penduduk Keluarga Berencana untuk penanganan stunting, kalau dari Dinas Kesehatan itu tentang bagaimana mereka melaksanakan pelayanan di posyandu,” kata Arianto.
Narasumber memberikan pengetahuan kepada kader posyandu dengan implementasi dedikasi Kukar Idaman, yakni Program Keluarga Peduli Kesehatan yang teknisnya ada di DPMD dan Dinas Kesehatan.
“Inti poinnya bagaimana optimalisasi peran puskesmas, pusban polindes dan posyandu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta revita-lisasi sarana prasarana pos-yandu, puskesmas, pusban itu poin dari implementasi dari program dedikasi Keluarga Peduli Kesehatan,” jelas
Arianto.
DPMD terus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan juga DP2KB guna melakukan ke-giatan-kegiatan yang untuk mencapai target dari program dedikasi Keluarga Peduli Ke-sehatan, yang salah satunya ialah pelatihan kepada kader posyandu di Kukar.
Selain memberikan pela-tihan, pada APBD Perubahan tahun ini juga kader pos-yandu nantinya akan diberikan insentif, ini berlaku untuk seluruh kader posyandu, baik kader posyandu balita ataupun lansia hingga umum.
“Kami berikan insentif, kalau dulu kan hanya operasional karena kami melihat kinerja mereka sudah bisa terukur dan rutin melaksanakan kegiatan bidang pelayanan kesehatan dan kajian serta rekomendasi ini dari Brida, mereka yang merekomendasikan kader Posyandu itu bisa diberikan insentif,” ucap Arianto. (*)