“Pada rakor tersebut kami yang pertama memberikan motivasi kepada kawan-kawan Pendamping PKH dan kedua dia harus lebih jeli dalam verivali (verifikasi validasi) untuk memberikan pelayanan penyaluran untuk tahapan, ke-tiga harus memberikan binaan dari P2K2 supaya mereka itu keluar dari program PKH tidak selamanya minta bantuan terus,” kata Suharningsih.
Dengan adanya pemberian motivasi peningkatan SDM, lanjut dia, maka PKH yang menjadi salah satu program pemerintah dalam rangka penurunan angka kemiskinan akan lebih efektif berjalan. Ini tentunya tidak terlepas dari peran pendamping PKH yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kukar.
“Diharapkan angka kemiskinan lambat laun turun, selama ini tujuan pemerintah pusat adalah pendamping PKH itu sebagai alat untuk memberikan peningkatan penurunan inflasi dalam rangka bimbingan kepada keluarga penerima manfaat, diharapkan suatu saat nanti pendamping PKH itu akan hilang,” ungkapnya.
Nining, sapaan akrab Kabid Linjamsos ini memberikan arahan kepada Pendam- ping PKH agar bisa bekerja maksimal dan menjadikan profesi pendamping PKH sebagai batu loncatan untuk menjadi aparatur sipil negara kedepannya, ataupun profesi menjanjikan lainnya.
“Saya bilang masa kalian mau ada terus sih, harus punya gengsi lah kalian harus jadi PPPK atau ASN, dengan hilangnya keberadaan Pendamping PKH maka keberhasilan akan tercapai, kalau Pendamping PKH itu ada terus maka orang miskin ada terus di Kukar ini, kalau pendamping PKH tidak ada berarti tidak ada lagi orang miskin,” terangnya.
Pada pelaksanaan rakor kemarin, Dinsos juga memberikan penghargaan kepada Pendamping PKH yang menang dalam pembuatan video hasil kinerja mendampingi KPM yang menerima program bantuan sosial.
“Selain memberikan pe-ningkatan SDM, kita ada memberikan lomba membuat video pada saat dia ke la- pangan memberikan penje-lasan kepada KPM, videonya itu kita lombakan, karena kalau dia laporan menjelaskan secara umum dengan dokumen foto manual tidak dengan video kurang greget, jadi kita lombakan bagi yang membuat video yang menarik baik dan inspiratif dialah yang berhak menang,” tegasnya. (*)