"Dalam SPAM desa ini, dibangun Water Treatment Process (WTP) atau dikenal Instalasi Pengolahan Air (IPA)," kata Plt Kepala Disperkim Kukar, M. Aidil.
Aidil menjelaskan pembangunan SPAM desa ini meliputi pembangunan reservoir dan juga jaringan menuju rumah masyarakat. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh Permda Tirta Mahakam di kawasan perkotaan.
"Jadi hasil air dari SPAM desa ini setara dengan kualitas PDAM, pengolahannya sekitar 2,5 liter per detik dan dialirkan ke rumah-rumah melalui jaringan yang dibangun," jelasnya.
Ditargetkan pada 2023 ini, sebanyak 50 desa di Kukar bisa terlayani untuk air bersih dengan program ini. "Sudah ada beberapa desa yang dibangun di APBD murni tahun 2023, untuk di anggaran perubahan ini, kita targetkan 20 desa lagi. Hingga nanti bisa mencapai target sebanyak 50 desa," tuturnya.
Tidak hanya untuk pembangunan, program yang dikerjakan oleh Disperkim Kukar ini juga memberikan bantuan berupa tandon air bagi masyarakat di wilayah tersebut. Sekitar 3.000 tandon air dengan kapasitas 600 dan 1.200 liter sudah didistribusikan untuk masyarakat yang menjadi lokasi pembangunan SPAM desa.
"Harapannya masyarakat yang sudah puluhan tahun belum bisa menikmati air bersih bisa segera merasakannya dengan program ini," pungkas Aidil. (*)