Kick off penyusunan dokumen perencanaan pembangunan kabupaten periode 20 tahunan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, perangkat daerah, hingga pemangku kepentingan.
Di antaranya Kepala Badan Informasi Geospasial RI, Muh Aris Marfai, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional Sumedi Andono Mulyo, Analis Kebijakan Ahli Madya Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Wisnu Hidayat, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Suadi. Turut dihadiri perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kukar.
Plt Kepala Bappeda Kukar, Syarifah Vanesa Vilna mengatakan, kegiatan ini diselenggarkan sebagai bentuk penyampaian informasi kepada publik terkait penyusunan rancangan awal RPJPD Kukar 2025-2045. Harapannya, penyusunannya akan ditemukan persamaan persepsi, serta masukan, saran, ide dan gagasan.
Bappeda Kukar juga telah mengeluarkan salah satu aplikasi untuk menampung saran, ide dan gagasan masyarakat maupun organisasi publik melalui aplikasi Ruang Runding. Bila ada yang ingin bergabung dalam aplikasi tersebut, peserta diarahkan untuk mendaftar terlebih dahulu menggunakan akun email aktif.
“Kami akan langsung share (aplikasi Ruang Runding) melewati media sosial, media cetak, maupun disemua media informasi publik yang ada. Agar dapat diakses, bisa ikut serta berunding memberikan masukan dan saran,” katanya.
“Jadi untuk RPJPD 20 tahun mendatang Kutai Kartanegara ini, semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali bisa sumbang pikiran melalui Platform Ruang Runding,” imbuh Nana sapaan akrabnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono dalam menyampaikan pemaparan dari Bupati Kukar Edi Damansyah menjelaskan, Kukar memiliki struktur ekonomi yang didominasi sektor primer tak terbarukan. Sehingga dalam jangka panjang diperlukan kebijakan mengiringi resiko tren menurunnya kinerja sektor pertambangan dan penggalian.
Salah satu poin strategis yang perlu didorong adalah pemanfaatan tata ruang wilayah terintegrasi, yang diikuti dengan pembangunan sektor baru terbarukan sebagai sektor unggulan daerah, guna mengungkit perekonomian daerah yang lebih lestari.
Menurutnya, urgensi penyusunan RPJPD sekarang sangatlah strategis, mengingat 2024 pelaksanakan pemilukada serentak untuk periode pertama RPJPD 2025-2045 yakni 2025-2030. Ia melihat, subtansi rancangan awal yang akan disusun harus dapat tersampaikan dan dipahami oleh seluruh calon kepala daerah dengan baik.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam setiap tahapan penyusunan dengan efisien dan konstruktif. Karena kebijakan yang dirumuskan nantinya merupakan gambaran harapan masyarakat yang dapat dicapai pada masa 20 tahun ke depan. “Saya mengajak seluruh masyarakat dapat memberikan informasi, gagasan dan pemikiran kepada Pemkab Kukar,” harapnya.
Editor: Maruly Zainuddin