Salah satu implementasi program ini Pemkab Kukar memberikan penghargaan desa ramah lingkungan kepada desa/kelurahan pada acara malam syukuran dan hiburan di Halaman Kantor Bupati Kukar, Jumat malam (18/8/2023).
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Kukar, Alfian Noor didampingi Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLHK Kukar, Aji Sayid Muhammad Ali mengatakan program dedikasi Bupati tertuang di dalam RPJMD, disebutkan minimal 30 persen desa kelurahan yang ada di Kukar itu harus ramah lingkungan. Kemudian Kukar sudah ada perbupnya terkait dengan itu kemudian di 2023 ini tadi sudah ditetapkan ada 71 desa ramah lingkungan.
"Dari 71 desa itu mereka mengisi langsung ke aplikasi yang namanya aplikasi 'Darling', di situ pihak desa atau kelurahan ini menginput data menilai desanya sendiri dari hasil itu penginputan itu kemudian kami cek kemudian terlihat hasil inputan mereka kemudian kami lakukan pembinaan," katanya kemarin.
Proses penginputan data ini terakhir di bulan Juli, dari bulan Juli ini pula sudah kelihatan ada yang masuk kategori Desa Ramah Lingkungan Idaman, Utama, Madya dan Pratama.
Namun untuk kategorinya yang dilakukan DLHK untuk penilaian itu hanya kategori Utama dan kategori Idaman, dan terpilihlah lah sebanyak 29 desa. Selanjutnya DLHK melakukan penilaian dengan membentuk tim yang sudah di SK-kan bupati melibatkan beberapa OPD.
"Kemudian dari hasil penilaian itu baru kelihatan itu kami melihat di data mereka yang sudah di-input itu kami verifikasi langsung ke lapangan, sesuai atau tidak kemudian setelah hasil penilaian itu akan melakukan validasi di aplikasi yang di akun DLHK, jadi nilainya ada yang turun ada yang naik kemudian muncullah ada 21 desa dari 29 tadi yang kami lakukan penilaian sebanyak 21 desa masuk Kategori Idaman yang sisanya masuk di Utama," ungkapnya.
Untuk penghargaan yang diberikan pada malam syukuran dan hiburan kemarin khusus kepada desa ramah lingkungan kategori Idaman, selain penghargaan berupa piagam, bentuk apresiasi Pemkab Kukar kepada 21 desa ini ialah memberikan alat sarana prasarana yang mendukung untuk menciptakan ramah lingkungan di desa masing-masing.
"Masih kita masukkan di anggaran perubahan untuk hadiahnya dari semua 21 Desa Idaman itu mendapatkan kendaraan operasional angkut sampah untuk roda tiga Viar kemudian satu mesin pencacah kompos kemudian satu unit mesin pengepres plastik jadi semua desa itu itu akan mendapatkan guna terus meningkatkan kebersamaan di dalam pengelolaan lingkungan dengan melibatkan pelaku usaha di masing-masing desa dengan harapan kami mereka kawan-kawan dunia usaha ini terus melakukan pembinaan untuk melakukan pendampingan kepada desa-desa tempat mereka beroperasi jadi pelaku usaha perusahaan juga kita libatkan untuk membina desa-desa itu supaya bisa ramah lingkungan," harapnya.
Program ini juga bertujuan untuk mengurangi adaptasi mitigasi dan perubahan iklim. Kedepannya desa-desa Idaman ini terus akan dibina lagi untuk DLHK Kukar ikutkan program nasional dari Kementerian LHK yang bernama Kampung Iklim.
"Program Kementerian LHK kita tingkatkan lagi di nasional untuk diikutkan di program Kampung Iklim, tahun ini di 2023 Kukar itu ada empat yang masuk nominasi, ada tiga desa dan 1 dusun masuk nominasi kemarin di awal Agustus itu sudah ada tim Kementerian melakukan verifikasi ke lapangan keempat Desa itu pertama Desa Perangat Selatan itu di Marangkayu, Desa Sebuntal di Marangkayu, kemudian Desa Giri Agung di Sebulu yang satunya itu Dusun Sukasari di Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Seberang," pungkasnya.