“Program pelayanan air bersih Pamsimas bupati sudah menugaskan Disperkim untuk menyelesaikan wilayah-wilayah yang belum terdapat air bersih dan pak Bupati sangat konsen, sangat perhatian kepada warga yang belum terlayani air bersih,” kata Aidil.
Tahun 2023 ini Disperkim menganggarkan Rp50 Miliar untuk program Pamsimas yang mana tahun ini ada 30 desa dibangunkan sarana pengolahannya dan saat ini tengah berprogres.
Kemudian ada beberapa desa yang sudah ada eksistingnya, untuk selanjutnya akan dilakukan peningkatan pelayanan air bersih. Diproyeksikan program ini akan selesai di tahun 2024 mendatang.
"Kalau untuk target, sesuai data kita punya sudah menyelesaikan sebanyak 66 unit Pamsimas yang tersebar di beberapa kecamatan yang memang dianggap sebagai daerah yang sulit dijangkau, atau belum tersentuh PDAM," ujar Aidil lagi.
Namun ada beberapa kendala, sarana pembangunan pamsimas dengan dana APBN tidak maksimal pengolahannya, operasionalnya. Dan dari Disperkim Kukar fokus untuk menyelesaikan hal-hal yang belum selesai.
Aidil menegaskan kegiatan pembangunan Pamsimas ini berbeda di setiap daerah, ada pembuatan sumur ada juga peningkatan pengelolaannya atau peningkatan jaringan perpipaan, semua menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing di lapangan.
Disperkim saat ini juga tengah mendata kebutuhan operasional di desa. Selain itu juga bekerjasama dengan pihak PDAM untuk melatih tenaga-tenaga yang mengoperasionalkan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) nya atau Bumdes yang mengelola.
"Kami berharap dengan adanya program pamsimas semua warga di Kukar bisa menikmati air bersih, bukan hanya di perkotaan namun juga masyarakat yang ada di pelosok. Kami Disperkim berupaya untuk memberikan layanan air bersih bagi warga dan juga sebagai salah satu pencegahan stunting, karena salah satu penyebab stunting adalah kebutuhan air bersih yang belum tercukupi," tutup Aidil. (*)