Sekda Kutai Kartanegara Sunggono memimpin rapat yang berlangsung di Samarinda itu secara interaktif dan dirangkai dengan diskusi panel dan analisa permasalahan yang berkembang dicarikan solusi penyelesaiannya secara bersama-sama.
“Kolaborasi yang harus diintensifkan lagi. Kami ingin setelah ini langsung action, jangan menunggu, jangan ragu, harus sekarang mengeksekusi apa yang jadi wewenang Etam. Tidak usah merasa tidak enak, asal rencana kerjanya jelas pasti didukung,” tegas Sunggono.
Forum tersebut diharapkan tidak semata-mata agenda seremonial semata, untuk memenuhi RKA dan tanda tangan komitmen. Namun setelahnya tidak ada rencana tindak lanjut dari hasil rapat tersebut.
“Kami sepakat tidak seperti itu, harus jelas, riil pendapatan itu adalah PAD. Kalau yang lain (di luar PAD) itu hanya keberuntungan saja,” ungkapnya.
Kepala Bapenda Kukar Bahari Joko Susilo didampingi Kepala Bidang Perencanaan Pendapatan, Pengembangan dan Pengawasan, Erwan Riyadi menjelaskan agenda Rakor dan Evaluasi ini berfokus pada dua hal yaitu hasil dari realisasi Semester I, apakah naik atau turun.
Kemudian akan dilakukan analisis permasalahan yang sedang berkembang, sehingga bisa dicarikan solusinya. Untuk mekanisme acaranya, berupa diskusi panel, jadi semua perangkat daerah memaparkan materinya masing-masing dengan waktu 30 menit tiap paparan.
“Untuk kondisi PAD kita selama 1 semester ini sampai dengan 30 Juni, kita akan membandingkan dengan tahun sebelumnya. Secara umum, kita bisa melihat bahwa realisasinya turun dari tahun sebelumnya, namun jika dilihat secara tren sebenarnya naik,” pungkas Erwan.
Editor: Aspian Nur