Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara Aji Lina Rodiah mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai perlindungan dan penyelamatan arsip di lingkungan Pemkab Kukar Tahun 2023, yang meliputi peningkatan dan pengembangan pengetahuan dan keterampilan SDM kearsipan dalam hal ini pengelola arsip perangkat daerah dan arsiparis LKD Kabupaten Kukar.
“Peserta dari Kukar 15 orang berasal dari tujuh PD (perangkat daerah) yaitu Diarpus 2 orang, Kepala Bidang P3K Bapak Varia Fadillah, sebagai pendamping dan mewakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Bappeda sebanyak dua orang, BPKAD dua orang, Dinas Perkim dua orang, Dispora Dinas dua orang, Dishub dua orang dan Dinas Koperasi UKM dua orang,” jelas Aji Lina, Selasa (18/7).
Dari hasil kunjungan yang dilakukan banyak hal positif didapatkan yakni peserta mengetahui praktik Alih Media arsip statis di Direktorat Preservasi, ANRI. Melihat peralatan dan proses alih media secara singkat dan menyeluruh. Kunjungan Interaktif, tanya jawab langsung dengan Arsiparis selaku petugas alih media. Peserta memiliki pengetahuan tambahan sebagai masukan untuk kegiatan atau pengembangan alih media di lingkup kerjanya masing-masing.
“Adapun tantangannya, alih media arsip statis di Tim Kerja Reproduksi dan Digitalisasi Arsip sudah dilakukan sebagai upaya preservasi, dengan terus diupayakan perbaikan dan peningkatan kualitas dari berbagai aspek baik itu aspek sarana prasarana, SDM, output, dan lainnya,” terangnya.
Hambatan yang dihadapi peralatan alih media arsip format analog sudah usang dan discontinued/ tidak ada produksi alat baru (analog switch off secara global tahun 2025). Storage/ media simpan arsip statis hasil alih media yang dibutuhkan cukup besar dan terus bertambah setiap tahunnya. Kesulitan pengadaan peralatan alih media terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sementara peralatan tersebut hampir semuanya tidak diproduksi di Indonesia. Kekurangan SDM di Kelompok Reproduksi dan Digitalisasi Arsip dan kurangnya peralatan alih media arsip film dan video, tidak sebanding dengan jumlah arsip yang direncanakan untuk percepatan digitalisasi.
“Para peserta juga praktik menguji keaslian ke-autentikasian suatu arsip dengan alat khusus pendeteksi surat dengan memainkan sinar infra merah dalam level tertentu,” tutupnya.