Rakordal yang dibuka Bupati Kukar Edi Damansyah ini bertujuan melihat capaian realisasi pembangunan daerah baik secara fisik maupun secara serapan anggaran. Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy Vanesa Vilna menyampaikan, ada enam permasalahan yang masih dihadapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) namun dengan persentase sangat rendah yakni lima persen ke bawah.
Enam permasalahan yang dimaksud ialah pertama waktu pelaksanaan tidak sesuai rencana proporsi sebesar 5 persen. Kedua, penganggaran kurang terhadap target output hanya 3 persen. Ketiga, salah dalam penyusunan alokasi sebesar 2 persen.
Kemudian keempat, pelaksanaan terkendala regulasi 2 persen. Kelima, penerima manfaat bertambah atau berkurang sebesar 2 persen dan permasalahan keenam ialah rencana tidak sesuai dengan kondisi di lapangan proporsinya hanya sebesar 1 persen.
Untuk permasalahan yang pertama, Bappeda memberikan rekomendasi saran dan tindak lanjut untuk melakukan analisis serta perubahan kerangka acuan kerja agar pelaksanaan sesuai dengan target kinerja.
“Saran dan tindaklanjut permasalahan kedua yaitu dengan melakukan pergeseran rekening belanja, penambahan maupun pengurangan pagu sub kegiatan yang diadministrasikan dalam per-ubahan Renja 2023,” katanya.
Permasalahan ketiga saran dan tindak lanjutnya melakukan pergeseran rekening belanja serta perubahan alokasi anggaran pada perubahan Renja 2023. Juga optimalisasi instrumen ASB (Analisis Standar Belanja) dan SSH (Standar Satuan Harga), agar anggaran yang dialokasikan sesuai dengan target output yang disusun.
Permasalahan keempat, saran dan tindak lanjutnya melakukan kajian terhadap pelaksanaan kegiatan de-ngan memastikan dukungan regulasi lainnya yang menjadi rujukan atau dasar hukum lainnya.
Untuk permasalahan kelima adalah dengan melakukan identifikasi dan perhi-tungan ulang serta memastikan rujukan data yang pasti dan valid. Juga melakukan penambahan maupun pe-ngurangan target sub kegi-atan yang diadministrasikan dalam perubahan Renja 2023.
“Permasalahan keenam kami memberikan saran tindak lanjut melakukan identifikasi dan melakukan analisis terhadap alternatif pelaksanaan kegiatan, melakukan koordinasi dengan seluruh pihak atau stakeholder yang terkait de-ngan pelaksanaan kegiatan. Juga melakukan perubahan lokasi sub kegiatan yang diadministrasikan dalam perubahan Renja 2023,” tegas Vanesa.
Editor: Maruly Zainuddin