“Kita sudah melebihi target. Dalam RPJMD itu kan disebutkan minimal ada 50 sampai 60 unit non PDAM. Realisasi pembangunan sudah sebanyak 66 unit. Itu lebih dari cukup,” terang Maman.
Maman menyebut, masih ada satu unit yang akan dibangun, dan rencananya proses pembangunan unit tersebut akan dilaksanakan tahun depan. Sedangkan, untuk 66 unit Pamsimas yang sudah dibangun, saat ini tersebar di beberapa kecamatan yang memang dianggap sebagai daerah yang sulit dijangkau, atau belum tersentuh PDAM.
“Kalau PDAM kan memang menyesuaikan pasar. Kalau jumlah pelanggannya tidak banyak, pasti tidak akan dibangun di wilayah itu. Karena cost-nya besar. Untuk itu kira sasar desa atau dusun-dusun yang sulit tersentuh,” sambungnya.
Meski begitu, ia memastikan pihak PDAM selalu mendampingi Pemkab Kukar dalam menjalankan program Pamsimas tersebut. Ia menjelaskan bahwa biasanya pembangunan instalasi air oleh PDAM memang berskala besar. Sedangkan Pamsimas rata-rata hanya satu liter per detik. Sehingga memang hanya diperuntukkan bagi ketersediaan akses air bersih masyarakat di desa-desa.
“Programnya memang dari masyarakat, dan untuk masyarakat,” singkatnya.
Sebagai informasi, program Pansimas menjadi salah satu program andalan baik di tingkat nasional melalui Pemerintah Pusat, maupun di level daerah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap air bersih layak minum, dan ketersediaan sanitasi yang layak dengan menggunakan pendekatan berbasis masyarakat.
Ia berharap ke depannya, kebiasaan masyarakat yang buang air besar sembarangan bisa diturunkan “Jadi potensi penyakit juga bisa ditekan,” tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin