“Tujuan hasil pengendalian digunakan sebagai dasar perbaikan kinerja serta penyusunan dokumen perubahan perencanaan pada tahun berjalan,” kata Nana- sapaan akrab-Vanesa Vilna.
Ia menjelaskan, kesimpulan yang bisa ditarik dari pelaksanaan Rakordal ini yaitu meskipun sebagian besar program dan kegiatan sampai dengan triwulan II dapat berjalan sesuai waktu, namun masih perlu perhatian terhadap beberapa paket pekerjaan yang terkendala teknis dan efektifitas proses pengadaan.
“Rekomendasi yang kami usulkan agar Perangkat Daerah (PD) melakukan akslerasi/percepatan pelaksanaan kegiatan, serta mengidentifikasi dan menyiapkan rencana perubahan kegiatan untuk menjaga ketercapaian target kinerja,” jelasnya.
Nana juga mengungkapkan, pengendalian internal di setiap OPD sudah menunjukkan trend membaik, yang terlihat dari kecenderungan permasalahan pada triwulan II yang menurun di setiap OPD.
“Perangkat Daerah agar fokus terhadap pelaksanaan kegiatan dan paket pekerjaan yang mendukung pencapaian target program serta indikator kinerja utama perangkat daerah, terutama yang mempunyai daya ungkit terhadap pencapaian sasaran daerah,” ungkapnya.
Kemudian ia memaparkan untuk penyerapan anggaran sampai dengan bulan Mei, dimana secara umum masih tidak jauh berbeda dengan 2022, yakni masih di bawah 20 persen. Adapun rekomendasi Bappeda ialah diperlukan perbaikan atau review pola kerja dan manajemen kegiatan yang dapat mengintegrasikan kesesuaian penyediaan anggaran dengan tahapan pelaksanaan.
“Agar progress penyerapan anggaran pada semester I bisa lebih baik lagi pada tahun mendatang,” paparnya.
Kemudian kesimpulan terakhir yaitu terdapat beberapa Perangkat Daerah yang belum taat melakukan pelaporan pada ePantau dan enggan menyampaikan permasalahan. “Pengendalian pada hakikatnya melekat pada masing-masing pejabat pengelola program dan kegiatan, sehingga aplikasi ePantau merupakan alat bantu bagi seluruh pejabat dalam menjalankan proses pengendalian berjenjang dan terdokumentasi secara digital,” tegasnya.
Editor: Maruly Zainuddin