"Pak Nasrudin warga langganan penerima layanan dari kami sejak 2012 dan bolak-balik ke rumah sakit jiwa dan dia terlantar," ungkap Sekretaris Dinsos Kukar, Yuliandris Suherdiman.
Selama belasan tahun ini tertutup karena kondisi kejiwaannya namun akhirnya Dinsos melalui pendekatan mencoba terus menggali informasi sampai akhirnya Nasrudin menyebutkan suatu daerah tempat di Lombok yaitu namanya Desa Babau, Kecamatan Kopang. Berdasarkan informasi ini yang terus menerus diuji ulang dengan yang bersangkutan tersebut, akhirnya Dinsos Kukar berkoordinasi dengan Dinsos Lombok Tengah untuk mencarikan keluarga Pak Nasrudin.
"Akhirnya tanggal 29 lalu Nasrudin dipulangkan bersama-sama dengan Pak Kamsito yang juga terlantar. Pak Kamsito kami antar ke Gresik, Pak Nasrudin tertawa bahagia mengetahui dia mau pulang, dengan santainya mengikuti arahan yang seharusnya dilakukan check in dan segalanya itu dengan keadaan tenang," beber Yuliandris.
Sesampainya di Lombok Tengah, Bandara Lombok Raya itu aura wajah Nasrudin semakin ceria karena sebutan dirinya merupakan orang dengan gangguan kejiwaan sudah tidak lagi terlihat.
"Dia ceria dia sudah tahu kalau ada di Lombok akhirnya dan diantarkan ke dinas sosial dan pada saat itu Dinas Sosial sana rupanya belum menemukan keluarganya di tempat yang disebutkan oleh Pak Nasrudin itu Kecamatan Kopang Desa Babua," ujarnya.
Semua warga kampung tempat asal Nasrudin menyambut haru kepulangannya. “Pak Nasrudin sudah dianggap hilang, 30 tahun meninggalkan rumahnya, bahkan sudah sempat dibacakan doa arwah tahlilan. Keluarganya senang sekali ketemu dengan Pak Nasrudin setelah 30 tahun dianggap hilang tanpa kabar," ungkapnya.
"Bagaimanapun juga meskipun mereka bukan orang Kukar tetapi kami menganggap mereka itu sama-sama manusia mempunyai hak yang sama," ujar Yuliandris diamini Kabid Resos Dinsos Kukar Sunarko.
Editor: Aspian Nur