“Pak Kamsito masuk dalam kategori PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial , program yang satu diantaranya menangani atau melayani keterlantaran termasuk orang terlantar. Beberapa hari lalu kami mengantarkan dua orang terlantar yang pertama adalah orang terlantar murni Pak Kamsito itu ditemukannya pertama kali di Kelurahan Loa Tebu," kata Kepala Dinsos didampingi Sekretaris Dinsos, Yuliandris Suherdiman.
Sebelum terlantar di Kelurahan Loa Tebu, Kamsito pernah berkeliling di Sulawesi untuk bekerja, kemudian ke Kutai Kartanegara untuk mencari pekerjaan namun menderita sakit pada bagian kaki kanannya.
"Sudah keliling mencari kerja berasal dari Jawa kemudian dia sakit dia sempat bekerja di Sulawesi kemudian ke sini kemudian sakit dan ditemukan di Loa Tebu, kami terima laporan kebetulan ditampung di rumah keluarga Satpol PP dan menderita sakit. Kemudian dilaporkan ke Dinas sSosial maka kami menjemputnya," ungkapnya.
Kamsito dengan penanganan khusus ditempatkan pada shelter UPT Dinsos yang berada di Jalan Pesut arah Bukit Biru Kecamatan Tenggarong. Pada awalnya Kamsito tidak ingin dipulangkan, namun berkat pendekatan yang baik secara kekeluargaan dan juga intens berhubungan memberikan pemahaman kepada pihak keluarga yang ada di Jawa, hingga akhirnya Kamsito bersedia dipulangkan setelah sembuh.
"Tadinya dia tidak mau pulang, dia akan bertahan disini karena ingin mau tetap kerja masih ingin ke Samarinda ingin kerja dan saya bersama Kabid Rensos Dinsos Kukar Pak Narko suatu malam itu melihat kondisinya memang mengkhawatirkan dia sakit, kaki bengkak dan sempat muntah darah, saya kemudian sarankan kalau sudah sembuh pulang, tapi dia tetap tidak mau. Dengan pendekatan persuasif kekeluargaan dia mempertimbangkan keluarga yang di Jawa anak istrinya menunggu di sana, karena beliau itu selalu komunikasi dengan anak istrinya akhirnya dia mau pulang," jelas Yuliandris.