Penyerahan secara simbolis kepada warga dilakukan langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah didampingi Kepala Dinsos Kukar, H Hamly, perwakilan pendamping PKH, perwakilan BRI, perwakilan Bankaltimtara dan perwakilan Kantor Pos Indonesia Cabang Tenggarong.
“Alhamdulillah hari ini (Kamis lalu) sudah terlaksana acara penyerahan bantuan secara simbolis, bantuan sosial program dari pemerintah pusat, yaitu program PKH dan BPNT, dan yang dari daerah yaitu program Kukar Idaman, sebagaimana yang kita sampaikan tadi dengan program sembako untuk pengentasan kemiskinan ekstrem yang langsung diserahkan bupati,” kata Kepala Dinsos Kukar, H Hamly kepada awak media, kemarin.
Hamly memngungkapkan kegiatan tersebut hanyalah sekedar simbolis, sebenarnya sebagian besar penyalurannya sudah terlaksana melalui bank, baik BRI, Bankaltimtara hingga Kantor Pos.
“Juga langsung dari kami sendiri, namun secara penyerahan oleh bupati baru kita laksanakan hari ini bekerja sama dengan PT Pos, sebagai penyalur bansos dari pusat, begitu juga dengan BRI, Bankaltimtara untuk penyaluran bantuan program Kukar Idaman,” ungkapnya.
Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk PKH 10.351 KPM, untuk BPNT 19.441 KPM, bantuan tunai program dedikasi Kukar Idaman 797 KPM dan sudah diberikan selama 4 bulan berturut-turut. Bantuan tunai untuk lanjut usia 386 orang, bantuan tunai untuk pendidikan sebanyak 203 orang, bantuan tunai penyandang disabilitas 42 orang dan bantuan tunai untuk anak terlantar sebanyak 13 orang.
“Kita berdasarkan data yang ada, tapi hampir setiap kecamatan ada (KPM), namun untuk program Kukar Idaman di-cover semua oleh Dinsos, untuk bantuan dari pusat ini ada wilayah kerja, wilayah kerjanya 16 kecamatan disalurkan melalui PT Pos, begitu juga BRI yang hanya membawahi 12 kecamatan,” sebutnya.
Seluruh bantuan yang diserahkan, baik tunai maupun pangan, disalurkan dalam bentuk uang tunai. Diharapkan dalam pemanfaatannya nanti uang tunai program BPNT ini bisa dikawal oleh tim pendamping PKH untuk dibelanjakan sembako.
“Tapi kalau program PKH itu memang tunai, karena memang dibelanjakan untuk pendidikan anaknya, belanja untuk keperluan ibu hamil, dan belanja untuk lansia. 2023 ini penyaluran tahap kedua untuk BPNT, kalau yang Kukar Idaman udah rutin bulanan,” jelasnya.
Sementara itu, Edi Damansyah dalam arahannya berharap bantuan ini bisa dipergunakan untuk upaya bersama pengentasan kemiskinan di Kukar. Persoalan data masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama agar KPM dari program ini benar-benar layak dan tepat sasaran.
“Ini tidak lain maksudnya adalah supaya pekerjaan ini (data) bisa tertangani dengan baik, dan bisa terverifikasi dengan baik, jangan sampai yang berhak (tapi) tertinggal, dan sebaliknya jangan sampai yang tidak berhak malah terdaftar menerima, hal itu harus menjadi perhatian di dinsos ditangani dengan baik, semoga ini bisa terus perbaikan data ini,” tegasnya.
“Terima kasih kepada kepala kantor Pos, pimpinan BRI, dan Bankaltimtara, lembaga ini juga sudah menyalurkan dengan baik,” pungkas Edi.
Editor: Koran Kaltim