Program pendampingan digitalisasi pemasaran produk UMKM ini untuk menyukseskan program dedikasi bupati dan wakil bupati yang diantaranya mewujudkan UMKM idaman, inovatif, berdaya saing dan mandiri.
“Terkait upaya mewujudkan itu, kami punya tiga program utama untuk UMKM. Pertama penumbuhan wirausaha baru, kemudian peningkatan daya saing dan peningkatan volume usaha koperasi. Satu diantara upaya untuk meningkatkan daya saing peluang usaha adalah melakukan pemasaran secara digital,” sebut Kepala Diskop UKM Kukar H Tajuddin didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro H Dianto Raharjo
Diskop UKM menyasar langsung ke kecamatan-kecamatan, seperti yang sudah dilakukan beberapa hari lalu ke Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Marang Kayu.
Pelaku UMKM yang ikut dalam kegiatan pendampingan digitalisasi pemasaran ini harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan wajib mempunyai izin Produksi Industri Rumah Tangga (P-IRT) sehingga sasaran pelaku UMKM yang diberikan pendampingan tidak meleset.
Tajuddin bersyukur karena di Kecamatan Tenggarong Seberang antusias masyarakatnya cukup tinggi terlebih disana banyak pelaku UMKM-nya. Setelah mendapatkan pendampingan diharapkan mereka bisa memanfaatkan peluang.
“Untuk bisa melakukan pemasaran secara digital, tidak hanya melalui media sosial sederhana, tetapi juga melalui Mbiz market atau e-katalog yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Sekarang ya tinggal mereka saja lagi yang mengemasnya dan segala macamnya agar produk yang mereka tawarkan menarik serta bisa menyasar pasar yang lebih luas lagi,” tutup Tajuddin.