Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara mendampingi bupati pada kegiatan tersebut.
Kepala Disperkim Kutai Kartanegara Maman Setiawan didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Andi Muhammad Yahya menjelaskan, di Desa Muara Pedohon ada sebanyak 40 unit rumah yang dibangun oleh pemerintah kabupaten melalui Disperkim Kukar.
“Total bangunannya ada 40 unit, dengan rincian mulai pembangunan tahun 2020 di APBD Perubahan 2 Unit, murni 2021 ada 8, dan di 2022 30 unit, terealisasi 2022 kemarin tapi memang untuk serah terimanya secara simbolis baru dilakukan hari Jumat itu,” kata Maman.
Pemerintah kabupaten membangunkan rumah untuk warga Desa Muara Pedohon yang mengalami musibah longsor akibat sering terjadinya banjir di kawasan tersebut pada 13 Maret 2017 silam akibat abrasi aliran sungai.
Relokasi rumah warga Desa Muara Pedohon ini memang menjadi salah satu prioritas pemkab dibawah kepemimpinan Edi Damansyah.
Pemkab secara bertahap melakukan upaya koordinasi, guna pembebasan lahan maupun legalitas desa, untuk merelokasi pemukiman masyarakat Desa Muara pedohon yang sering mengalami musibah banjir.
“Seluruh warga Kukar yang daerahnya terkena musibah, seperti tanah longsor maupun musibah lainnya menjadi prioritas utama kita dalam penanganannya,” tegas Edi Damansyah.