Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara Arianto yang mendampingi bupati pada kesempatan itu menjelaskan,
kunjungan ini juga sekaligus mengecek pembangunan air bersih melalui program Pamsimas di wilayah Tabang.
Beberapa desa-desa yang dikunjungi ialah yang berada di wilayah Sungai Lunuk Kecamatan Tabang yakni Desa Muara Belinau, Muara Tik, Muara Salung dan Muara Kebaq.
“Ada kegiatan Posyandu balita, bupati meninjau pelaksanaannya di Desa Muara Kebaq. Untuk Posyandu ini selain masuk ke dalam program prioritas dalam RPJMD 2022-2026 optimalisasi peran Posyandu ada beberapa OPD yang ditugaskan mengawal itu yaitu DPMD dan Dinas Kesehatan” sebit Arianto.
Adapun tugas pokok fungsi (tupoksi) DPMD dalam hal ini adalah pada kelembagaannya, jadi Posyandu ini masuk kedalam lembaga kemasyarakatan yang pembinaannya dilakukan oleh DPMD, baik sarana prasarana dan tentang pemenuhan sarana prasarananya.
“Untuk kader yang melaksanakan kegiatan di Posyandu itu binaan dari Dinkes, sekarang berkolaborasi melakukan itu. Posyandu adalah pelayanan bidang kesehatan terdepan ujung tombak di desa, jadi kami betul-betul mengoptimalkan memaksimalkan fungsi posyandu itu, ada 799 posyandu balita di Kutai Kartanegara dengan kurang lebih 5000 kader” paparArianto.
Untuk peran dari DP2KB terhadap keberadaan posyandu sendiri juga tetap berperan, perannya tidak secara spesifik namun secara berjenjang yakni menangani sebagai perpanjangan tangan dari BKKBN, karena terkait penanganan stunting.
“Jadi mereka itu mengkoordinasikan penanganan stunting tapi sinergitas juga Dinas Kesehatan dan PMD, ini bagian yang masuk ditangani langsung lewat posyandu, begitu hubungannya” pungkas Arianto.