Kepala Diarpus Kukar, Hj Aji Lina Rodiah didampingi Sekretaris Diarpus Kukar, Hj Aji Yuli Midriani mengatakan sebenarnya wilayah pembinaan kearsipan Diarpus tidak hanya pada instansi pemerintahan saja, namun juga berwenang melakukan pembinaan hingga cakupan tingkat universitas.
“Memang sampai ke universitas wilayah pembinaan kami, yang selama ini universitas itu belum tersentuh. Jadi ada universitas dalam hal ini Fakultas Ekonomi Bisnis (Febis) menyadari betapa pentingnya arsip jadi merekalah yang punya inisiatif untuk jalin kerja sama dengan kami” katanya kemarin.
Selain inisiatif muncul langsung dari Febis Unikarta, keinginan menjalin kerja sama ini juga lantaran pihak Febis Unikarta yang melihat pergerakan positif Diarpus tentang perbaikan arsip di Kutai Kartanegara.
“Pergerakan kami untuk perbaikan arsip inikan luar biasa masif, kemudian juga dengan adanya MoU ini maka kedepan akan ada pembinaan tentang SDM arsiparis” ungkapnya.
Berdasar dari kerja sama ini maka kedepan akan dilakukan dengan rutin sosialisasi, penyiapan kearsipan di universitas, penyiapan SDM arsiparis, persiapan pembinaan terkait pengelolaan arsipnya dan universitas pun siap melakukan pengelolaan arsip menggunakan aplikasi Srikandi.
“Jadi tanggal 15 keatas mereka sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kearsipan, kami pun menyarankan dari universitas nanti tidak saja di Ekonomi yang ikut tapi kalau bisa seluruh fakultas, itu juga harapan mereka dan mereka akan mengundang ke seluruh fakultas untuk perbaikan kearsipan kedepan dan kami juga menyarankan untuk menggunakan kemandirian kalaupun karena keterbatasan arsiparis maka mereka boleh menggunakan arsiparis dari arsip dan jurnal Indonesia” jelasnya.
Senada dengan harapan Febis Unikarta, Diarpus Kukar juga berharap dari kampus Unikarta inilah nanti akan ada SDM yang memang studi pokoknya belajar secara mendalam tentang kearsipan untuk jadi arsiparis yang non ASN. “Kebetulan memang Kutai Kartanegara ini lagi menyusun untuk formasi kebutuhan Arsiparis, masih ada proses dan kami menyusun juga koordinasi dengan arsip nasional. Kalau memang memungkinkan kita bisa mencetak 1000an Arsiparis jebolan dari Unikarta kan. Jadi Etam putra daerah sendiri ini, penting kedepannya karena se Indonesia kita ini urutan kelima untuk prestasi pengelolaan kearsipannya dari wilayah Bali dan Kalimantan, artinya kan untuk Kaltim saja kita yang terbaik” pungkasnya.
Editor: Koran Kaltim