Lomba ini mendapat apresiasi dari orang nomor satu di Kukar tersebut, karena sudah menjadi upaya dalam melestarikan tradisi dari para orang tua dahulu setiap menyambut bulan suci Ramadan.
“Membangunkan atau mengingatkan orang khususnya umat muslim untuk sahur yang disebut begerakan sahur ini merupakan tradisi dari orang tua dahulu. Semoga tradisi ini bisa terjaga dan terus terpelihara hingga nanti,” kata Edi.
Dengan perkembangan tradisi yang sekarang, lanjut dia, dikemas dalam bentuk lomba. Edi mengharapkan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya dilakukan guna menyemarakkan bulan suci Ramadan saja, tetapi juga sebagai syiar agama kepada generasi muda saat ini.
“Diharapkan apa yang dilakukan ini bisa juga menyampaikan pesan dan manfaat bagi masyarakat. Khususnya masyarakat yang dilintasi oleh para peserta yang berada di jalur/rute yang dilewati,” terangnya.
Meskipun kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya, Edi meminta para peserta tetap mengutamakan etika, tata cara dan sopan santun. Sehingga kegiatan yang berdasarkan kearifan lokal ini terjaga dengan baik.
“Semoga ini juga semakin memperkuat persaudaraan dan persatuan, khususnya generasi muda,” tutupnya.
Adapun dalam lomba ini diikuti sebanyak 13 regu/peserta yang berasal dari Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya. Bahkan ada pula regu/peserta yang turut berpartisipasi dari Kota Samarinda. Dimana sangat antusias diikuti serta disaksikan oleh masyarakat yang datang ke Masjid Agung SAMS sejak Minggu tengah malam.
Editor: Rusdianto