“Dari 1.071 data rumah sudah masuk verifikasi dan selanjutnya diintervensi. Walaupun melebihi target yang hanya 1.010 untuk tahun ini, namun sisanya akan masuk dalam daftar cadangan,” kata Maman.
Target 1.010 unit pada tahun ini dianggarkan Rp 60 miliar dan Disperkim siap berkolaborasi dengan Kodim 0906/KKR untuk implementasi pelaksanaan program. Untuk satu unit rumah memakan Rp 50 juta dengan kerja sama melalui karya bakti TNI, namun tanpa ada biaya upah.
Maman menjelaskan terkait pengerjaannya akan mengikuti standar seperti perbaikan lantai, atap dan dinding yang tidak sesuai termasuk luas bangunan rumah.
“Adapun kriteria yang bakal mendapat program ini dipastikan bahwa bangunan merupakan milik sendiri atau pribadi. Disertai masyarakat yang disasar merupakan yang berpenghasilan rendah. Selain itu, yang menjadi sasaran seperti atap, dinding dan lantai yang tidak sesuai,” ungkapnya.
Hal senada ditambahkan Sekretaris Disperkim, M Aidil yang menjelaskan realisasi program ini segera akan berjalan pada April ini. “Untuk kegiatan lelang bahannya pada bulan April ini,” terangnya.
Selain mengandalkan APBD Kukar untuk program RTLH, Disperkim juga bakal ada rehabilitasi RTLH berasal dari dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Dimana nantinya bakal merehabilitasi sebanyak 200 unit RTLH, dan akan dikerjakan pada tahun ini.
Editor: Aspian Nur