Terkait hal itu, mereka menggelar rapat koordinasi (Rakor) Verifikasi Rancangan Renja Perangkat Daerah Tahun 2024 di Hotel Harris Samarinda selama tiga hari, 24 - 26 Maret lalu, dibuka Sekretaris Daerah Sunggono, diikuti 58 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sunggono, dalam arahannya menegaskan menyusun Renstra/Renja Perangkat Daerah perlu diperhatikan titik titik krusial yaitu yang pertama kepala perangkat daerah harus memahami kebijakan RPJMD, kepala perangkat daerah harus memahami tugas dan fungsi OPD dalam pencapaian Target RPJMD dan kepala perangkat daerah harus memiliki strategi pencapaian kinerja dengan efektif dan efisien.
Perlu juga ada upaya strategis untuk penyusunan dokumen RKPD 2024 ini, antara lain memastikan kesiapan dokumen dan kelayakan pelaksanaan kegiatan Tahun 2024, memastikan kegiatan telah terintegrasi dengan perangkat daerah lainnya.
Penuntasan kegiatan-kegiatan yang tidak selesai, analisa pencapaian target program dedikasi di masing-masing OPD dengan memperhatikan capaian APBD 2023 dan Rencana P-ABPD 2023.
“Kemudian hasil analisis ini diakomodir di 2024. Kami berharap rakor ini memberikan perbaikan pola kerja perencanaan yang menenkan pada penguatan proses kolaboratif dan saling berbagi informasi antar OPD sehingga segala kebijakan OPD pembangunan di Kutai Kartanegara dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh OPD secara sinergi dan harmoni” harap Sunggono.
Sebagai informasi rakor ini dilakukan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) dengan pemaparan Renja masing-masing OPD, dipimpin Plt Kepala Bappeda Syarifah Vanesa Vilna dan yang bertindak selaku moderator ialah Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah, Saiful Bahri.
“Materi yang disampaikan masing-masing OPD ialah realisasi 2022, pelaksanaan 2023, target capaian sasaran Renstra 2024, menyampaikan target atau indikator program, kegiatan dan sub kegiatan Cascading Renja tahun 2024 yang sudah terinput pada SIPD-RI, kemudian menyampaikan daftar kebutuhan belanja wajib mengikat dan belanja yang memiliki perikatan untuk dianggarkan 2024, dan menyampaikan daftar sub kegiatan-kegiatan lainnya” jelas Vanesa.