Acara penutupan menyajikan partai perebutan Juara 3 yang mempertemukan Tim Ghanny FC melawan Sepuhun FC yang dimenangkan oleh Sepuhun FC dengan skor 1 - 4, sedangkan partai final mempertemukan UKPBJ FC melawan Limitless FC dengan skor 2 - 1 untuk kemenangan UKPBJ FC, Sabtu malam (18/3).
Selain menyajikan pertandingan mini soccer yang seru, acara penutupan juga menjadi malam yang spesial bagi seluruh masyarakat yang hadir, baik pemain pelatih, perangkat pertandingan penonton dan tamu undangan unsur Forkopimda yang hadir. Pasalnya di acara penutupan ini Dispora Kukar mengundang dan menghadirkan secara khusus salah satu penggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia yaitu Nadeo Agrawinata.
Nadeo menyapa seluruh masyarakat yang hadir dan memberikan kuis pertanyaan seputar Timnas Indonesia. Masyarakat yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah langsung berupa sarung tangan kiper.
Di sela-sela pertandingan selanjutnya, giliran Asisten III Sekretariat Pemerintah Kabupaten Kukar, Totok Heru Subroto yang pada kesempatan ini mewakili Bupati Kukar untuk menutup acara secara resmi juga membagikan hadiah untuk masyarakat yang berhasil menjawab kuis.
Setelahnya giliran Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni yang membagikan hadiah untuk masyarakat yang berhasil menjawab pertanyaan.
Dua penonton yang berhasil menjawab pertanyaan dari Asisten III dan Kadispora Kukar ini mendapatkan masing-masing Jersey Original Timnas Indonesia.
Dalam sambutannya, Kadispora Kukar, Aji Ali Husni mengajak semua masyarakat untuk sama-sama menjaga aset venue Mini Soccer Aji Imbut ini secara baik agar tetap bisa dipergunakan selain menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara penyewaan melalui aplikasi Sistem Penyewaan Sarana Olahraga (Siperaga) juga sebagai upaya bersama dalam pembinaan atlet asli Kukar di cabang olahraga sepakbola dan futsal.
"Silakan setelah event ini selesai bisa, Mini Soccer Aji Imbut ini bisa dipesan mulai dari pagi, siang malam melalui Siperaga, menang kalah dari event ini adalah biasa yang terutama adalah persahabatan, jadikan event ini untuk mencari bibit baru membela daerah, kita bangga dengan atlet asli Kukar, jika proses pembinaan kita lakukan dengan baik maka atlet asli juga bisa berprestasi di berbagai multi even. Mohon dukungannya kepada semua untuk menjaga dan merawat agar Mini Soccer ini bisa kita gunakan dengan nyaman," kata Ali.
Sementara itu, Asisten III Setkab Kukar, Totok Heru Subroto mewakili Bupati Kukar, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para panitia, wasit serta secara khusus kepada Dispora yang telah menyelenggarakan Minisoccer ini dengan baik dan sukses.
"Kita ketahui bersama bahwa olahraga Minisoccer ini merupakan olahraga baru dikenal di kalangan masyarakat khususnya di Indonesia. minisoccer merupakan salah satu cabang olahraga yang masih menjadi bagian dari sepak bola. Secara sekilas, olahraga ini memang mirip dengan futsal. Namun, aturannya sendiri berbeda. Sepak bola mini merupakan permainan beregu bagi pemain di bawah usia 15 tahun. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan olahraga ini sejak dini. Namun, kini sepak bola mini atau mini soccer menjadi tren tersendiri bagi para pecinta sepak bola, khususnya di Indonesia," ucapnya.
Dilihat dari sejarahnya sepak bola mini ini dikenal di Amerika Utara maupun Eropa memasuki awal abad ke-21, hingga kemudian berkembang pesat ke negara-negara termasuk di Indonesia. Secara Organisasi Dunia Minisoccer Bernama World Minifootball Federation (WMF) yang berdiri pada tahun 2008, sementara Di Indonesia federasi sepak bola minisoccer baru dideklarasikan pada 2016 dengan nama Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI).
Pemerintah Kutai Kartenegara dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegera Edi Damansyah dan Bapak H Rendi Sholihin telah berkomitmen dalam program Kukar Idaman.
"Mewujudkan masyarakat Kukar sejahtera dan berbahagia. Dimana masyarakat Kukar mudah mengakses hak hak dasar yang salah satunya adalah hak dasar kesehatan, dengan dibangunnya dan difungsikannya salah satu venue olahraga Minisoccer ini agar masyarakat Kukar khususnya kalangan generasi muda emas kita mudah mengakses dalam melakukan kegiatan olahraga untuk menuju Kukar yang lebih sehat," ujarnya.
Open turnamen ini juga merupakan upaya pemerintah dalam peningkatan daya saing pemuda Kukar di bidang olahraga.
Dengan diaktifkannya kembali gedung berkuda ini sebagai Venue Minisoccer Bupati Kukar berharap agar bisa menjadikan venue ini sebagai sarana peningkatan prestasi di bidang olahraga. Menjadikan tempat ini untuk mencetak atlet-atlet muda asli daerah yang berprestasi.
Menggunakan venue ini dengan baik dan membantu pemerintah untuk menjaga kualitas venue ini serta membantu pemerintah untuk mempromosikan venue ini seluas-luasnya di Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur sehingga venue ini menjadi venue yang favorit untuk digunakan tempat bermain Minisoccer.
"Apalagi Lapangan Minisoccer kita ini informasinya lapangan terbesar di Kaltim bahkan Nasional. Dengan sering digunakan lapangan ini maka bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Kartanegara dari hasil penyewaan atau pemanfatan venue ini," tegas Totok.
Secara khusus kepada tim yang masuk final dan telah mendapatkan prestasi terbaik, disampaikan ucapan sukses atas prestasinya, pertahankan dan tingkatkan terus apa yang telah didapat dan jangan merasa puas dengan apa yang saat ini didapat.
Bagi tim yang belum sempat masuk di babak final diharapkan agar ini menjadi evaluasi yang mendalam, dan terus berlatih dengan serius serta sering-sering lah melakukan uji tanding agar bisa mengukur peningkatan kemampuan yang telah didapat.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini sehingga berjalan dengan baik. semoga kegiatan ini terus kita laksanakan di tahun-tahun selanjutnya secara rutin" pungkasnya.
Editor: Koran Kaltim