Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara H hadir pada kegiatan tersebut. “Semoga dengan suksesnya Rakornis upaya kami dalam memberikan pelayanan dan penanganan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) bisa lebih baik lagi ke depannya,” harap Hamly.
“Tentunya kami bisa berkolaborasi antarprovinsi dan kabupaten kota se-Kaltim, terlebih lagi ini persiapan untuk IKN” imbuhnya.
Sementara Isran Noor menjelaskan rakor kali ini mengusung tema peran dinas sosial terkait penanganan PMKS menyongsong Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN).
Isran mengungkapkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Benua Etam mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya menjadi 77,44.
Tingkat kemiskinan Kaltim tahun 2022 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebanyak 6,31 persen dan tingkat pengangguran terbuka tahun 2022 juga turun dari tahun 2021 sebanyak 5,71 persen.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kaltim Hj Norhayati US melaporkan peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah kurang lebih 95 orang yang terdiri Kepala Dinas Sosial Kab/Kota.
Lewat rakor ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan bagi PMKS di daerah. “Ditunjuknya Kaltim sebagai IKN pasti akan berdampak terhadap pertumbuhan PMKS itu sendiri, oleh karenanya kita harus siap akan hal ini,” terang Norhayati.
Gubernur dan Kadinsos pada kegiatan ini menyerahkan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk Kutai Kartanegara dan Kutai Barat berupa logistik untuk persiapan bencana untuk kabupaten/kota, bantuan alat dengar dan kursi roda untuk penyandang disabilitas di Bontang.
Editor: Aspian Nur