Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy Vanesa Vilna mengatakan musrenbang di Kecamatan Samboja ini merupakan upaya penyusunan matrik usulan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2024.
Vanesa menjelaskan, tema pembangunan daerah 2024 adalah pengembangan ekonomi unggulan daerah berbasis desa dan kecamatan. Ada lima item peningkatan yang dilakukan untuk mengarah pada tujuan tema pembangunan ini.
Yang pertama peningkatan jangkauan dan kualitas layanan publik meliputi penataan manajemen organisasi dan penguatan koordinasi perangkat daerah, penataan manajemen keuangan dan aset daerah, peningkatan jangkauan dan mutu layanan pemerintahan dan layanan publik yang lebih baik, cepat, mudah, murah, dan bermutu berbasis IT.
Kedua peningkatan kualitas hidup masyarakat yang meliputi peningkatan jangkauan dan akses layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu, penguatan modal sosial budaya, solidaritas sosial dan ketahanan sosial dalam kehidupan kemasyarakatan, peningkatan keterampilan perempuan dan pemenuhan hak-hak anak.
Ketiga, penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi kewilayahan yang meliputi percepatan pembangunan desa sebagai basis produksi pangan dan pemberdayaan masyarakat, penguatan kecamatan pusat pertumbuhan dan pengembangan kawasan strategis daerah.
Keempat, penguatan sektor unggulan yang meliputi peningkatan produktivitas, nilai tambah dan pendapatan dari pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Kelima, peningkatan layanan dasar dan perumahan yang meliputi penyediaan dan penataan perumahan dan permukiman, air bersih dan sanitasi yang sehat, layak dan aman.
Dalam musrenbang, Bappeda juga memaparkan konsep Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RBPK). Strategi pertama meningkatkan pendapatan dengan pemberdayaan masyarakat melalui program intervensi berbasis data mikro Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
"Program intervensi nya yaitu Nyaman Bejukut, pondok pangan etam, fasilitasi permodalan, keterampilan usaha, pemberdayaan petani, untuk perorangan yaitu program intervensi dengan memberikan keaksaraan dasar, keaksaraan usaha mandiri, kecakapan hidup, dan kesetaraan A, B, C," kata Vanesa.
Strategi kedua mengurangi beban pengeluaran, adapun program intervensi yang dilakukan dengan memberikan alat bantu (alban) disabilitas, bantuan pangan, fasilitasi layanan panti jompo dan jaminan kesehatan.
Strategi ketiga dengan meningkatkan ketersediaan layanan dasar pada kantong-kantong kemiskinan.
"Program intervensinya dengan memberikan sanitasi aman, yok baiki rumah, program air bersih dan program pemasangan listrik. RBPK ini merupakan simpul kebijakan penanggulangan kemiskinan daerah, dengan mengintegrasikan seluruh potensi yang dimiliki untuk menyasar pada 3 strategy pokok penanggulangan kemiskinan daerah," jelasnya.
Nana (sapaan akrabnya) menegaskan untuk di Kecamatan Samboja terdapat 3 Desa dan 10 Kelurahan yang menunjukkan data IDM hanya mengukur pembangunan pada level desa. Kecamatan Samboja belum terdapat desa yang berstatus Mandiri.
"Point pokok pada Musrenbang Kecamatan Samboja fokus pada verifikasi dan penyediaan data pada tingkatan desa, perumusan program kolaboratif dalam penyelesaian kemiskinan ekstrem, optimalisasi potensi ekonomi desa kecamatan untuk mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat, memperkuat edukasi masyarakat terkait pentingnya mengenyam pendidikan/sekolah," pungkas Nana.
Editor: Koran Kaltim