Satu diantara OPD teknis yang berkontribusi diraihnya predikat ini adalah Badan Penerimaan Daerah (Bapenda). Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo (BJS) mengatakan diraihnya penghargaan ini merupakan wujud komitmen Pemkab Kukar dalam mewujudkan digitalisasi daerah di berbagai sektor terutama di bidang ekonomi dan keuangan daerah.
“Bupati mendapat penghargaan TP2DD juara 3 untuk wilayah kawasan Timur Indonesia, kalah dari daerah Sulawesi yaitu Kabupaten Luwu dan Kabupaten Sidrap,” kata BJS, sapaan akrab Kepala Bapenda Kukar kemarin.
Prestasi ini tentu cukup membanggakan karena dari total jumlah 500-an lebih kabupaten kota se Indonesia, Kukar mampu menjadi juara tiga terbaik Indonesia wilayah timur.
“Dari 500-an kabupaten kota se-Indonesia, ya setidaknya kita telah mengalahkan 150-an. Nah kita ini kan selalu berusaha terkait semua pengelolaan transaksi, semuanya melalui transaksi digital atau non tunai,” paparnya.
Sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini komitmen digitalisasi terus dilakukan oleh Pemkab Kukar, mulai dari penerimaan pajak daerah yang secara semaksimal mungkin tidak terima tunai tetapi melalui kanal-kanal seperti pembayaran digital yang melalui ATM melalui QRIS, melalui virtual account kemudian juga melalui e banking.
“Nah itu yang kami kembangkan. Jadi enggak lagi terima terima tunai di teller. Kemudian kalau
digitalisasi itu sebenarnya ada dua, dari sisi pendapatan, kemudian sisi belanja. Kalau sisi belanja kan sudah jelas sekarang tidakk ada lagi yang tunai, semua non tunai. Kemudian untuk lelang itu juga kita lelang elektronik melalui Siapda e-katalog, M-bis dan sebagainya. Dan sekarang pengembangan SPBE, sistem pemerintah berbasis elektronik,” terangnya.
Upaya-upaya inilah yang kemudian mengangkat bagaimana kukar ini kemudian mendapatkan penghargaan TP2DD. Penghargaan ini dilakukan setiap setahun sekali. BJS menegaskan pihaknya optimis di tahun depan prestasi ini bisa meningkat lagi bahkan bisa juara satu.
“Ini setahun sekali dan penghargaan ini yang pertama kali. Insya Allah kita mencoba bercermin dari kelemahan kelemahan yang kemarin. Itu kita perbaiki ke depan. Mudah-mudahan tahun depan bisa masuk lagi dan bisa nomor satu lah, kami optimis,” tegas BJS. (*/kk)