“Penanggulangan kemiskinan ini kan kerja dan kolaborasi semua unsur pemerintah dari tingkatan atas hingga bawah, inilah yang menjadi penting makanya kita berikan pelatihan kepada seluruh kades yang dilaksanakan selama dua hari ini,” kata Vanesa.
Nana sapaan akrab Vanesa menegaskan pelatihan aplikasi RBPK ini ditujukan untuk kades dan staf juga kepala urusan (kaur) Desa yang biasa mengaplikasikan komputer. Hal ini penting dalam kaitannya kerja bersama untuk program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kukar.
Meskipun kemiskinan ekstrem menurut DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) terdapat di Kukar, Nana mengaku optimis hal tersebut bisa ditanggulangi dengan bekerja sama antar seluruh pemangku kepentingan lintas sektoral perangkat daerah. Para kades dan lurah juga diharapkan bekerja sesuai dengan basis data, dan untuk itulah kenapa Bappeda Kukar menginisiasi melakukan pelatihan implementasi RBPK ini.
“Bersumber basis data kita yang sama melalui aplikasi RBPK, jadi fungsinya adalah menjaga konsistensi pemanfaatan data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) kemudian menghindari tumpang tindih bantuan, mempermudah stakeholder dalam menetapkan lokasi dan mempermudah pengumpulan data dalam proses pemantauan dan evaluasi,” tegasnya. (*/Muhammad Heriansyah)