“Dari penjualan TBS tersebut, peredaran uang di rekening koperasi mencapai Rp80-90 miliar per tahun, atau rata-rata perbulannya tidak kurang dari Rp8 miliar masuk ke rekening koperasi dari hasil penjualan TBS anggota ke perusahaan,” kata Ketua Kopbun Belayan Sejahtera, Jamaluddin.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kutai Kartanegara, H Tajuddin mengapresiasi kontribusi yang dilakukan Kopbun Belayan Sejahtera ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah hulu, yang meliputi Kembang Janggut, Tabang, Kenohan dan kecamatan sekitarnya.
Tajuddin mengungkapkan sejak pertengahan 2021, pengurus koperasi yang diisi oleh anak-anak muda tersebut, bekerjasama dengan lembaga donor dari Norwegia untuk meningkatkan pengetahuan anggota tentang tata kelola perkebunan kelapa sawit. Semua anggota didorong untuk mengikuti pelatihan tentang best management practice (BMP) perkebunan kelapa sawit. Hingga September 2022, sudah ada 700 petani yang mengikuti pelatihan tersebut.
Kopbun Belayan Sejahtera juga menawarkan program replanting atau peremajaan kelapa sawit bagi kebun-kebun anggota yang sudah tidak produktif dan tidak bisa direhabilitasi dengan berbagai perlakuan. Program ini bekerjasama dengan donor dari Norwegia bernama Nordick Microfinance Inisiative (NMI). Kerja sama program ini membuat koperasi mengenal gagasan tentang Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sejak pertengahan 2021, Kopbun Belayan Sejahtera mulai mengenalkan anggota tentang gagasan sekaligus mendorong sertifikasi RSPO. (*/kk)