Seminar ini membahas perkembangan smart city di Indonesia saat ini, identifikasi permasalahan dan strategi percepatan serta keberhasilan smart city terutama ketika berhadapan dengan situasi luar biasa seperti pandemi dan lainnya.
Bappeda Kutai Kartanegara dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Syarifah Vanesa Vilna didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Syaiful Bahri, Analis Pembangunan Nopianda, dan Analis Perencanaan dan Evaluasi Teddy Irawan berkesempatan menghadiri Seminar Nasional ini secara langsung.
Adapun materi yang disampaikan pada hari pertama Seminar ini antara lain: Arsitektur SPBE, yang menggambarkan maksud dan tujuan Keputusan Menteri PAN-RB No. 25/2022 yang disampaikan oleh KemenPANRB, Infrastruktur SPBE, Update aplikasi SPBE dan pembangunan PDN disampaikan oleh Kemenkominfo, dengan pokok bahasan ‘Mari Kolaborasi’ yaitu memperkenalkan layanan dari mitra startup Direktorat Ekonomi Digital yang disampaikan oleh Direktorat Ekonomi Digital serta Diskusi Panel Menjawab tantangan implementasi SPBE.
Kemudian sesi Knowledge Sharing tentang Mengapa Cloud?, Mewujudkan Data-drive Government dan Peran Artificial Intelligence dalam meningkatkan pelayanan warga. Untuk di hari kedua, materi diskusi panel yakni membahas pentingnya inovasi berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan, menciptakan kota cerdas yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan, serta pentingnya menjalankan rencana induk gerakan menuju smart city.
Seminar nasional ini diikuti oleh Kemenkominfo RI, KemenPANRB, Bappeda Kutai Kartanegara, Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara, Diskominfo Bandung , Diskominfo Jambi, Diskominfo Purwakarta, Diskominfo Cimahi , Diskominfo Semarang dengan menghadirkan narasumber, Bambang Dwi Anggoro selaku Direktur Layanan Aplikasi Informatika (LAIP), Adi Guna Mahendra Chief Al dan Innovation Nodeflux, Dhidik Triwibiwo Sup Solution, Adi Saifullah Putra selaku Founder dan CEO Mall Sampah. (*/kk)