Kepala Dinsos Kukar, H Hamly mengatakan dalam upaya penurunan dan pencegahan angka stunting, pihaknya siap mendukung apa yang menjadi kesepakatan dari kegiatan Rembug Stunting yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H Sunggono yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Gedung Merak RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang ini, Rabu (16/11).
“Rembug stunting ini adalah program nasional yang memang dilaksanakan oleh kabupaten setiap tahun, memang ada program untuk penurunan angka stunting itu seperti di program nasional itu sampai tahun 2045, kami dinas sosial terkaitan dengan ini adalah siap mendukung program ini,” kata Hamly.
Hamly menegaskan adapun bentuk dukungan Dinsos Kukar terhadap upaya penurunan dan pencegahan angka stunting di Kukar yaitu dengan lebih mengaktifkan keterlibatan teman-teman pendamping yang ada di desa-desa.
“Seperti pendamping PKH, TKSK dan teman-teman pendamping lainnya, nah itu jadi sinergis mereka dengan tim dari desa Kecamatan Kabupaten untuk membantu memberikan data valid penduduk yang rentan terhadap stunting salah satunya masyarakat pra sejahtera,” tegasnya.
Selain melakukan pendampingan secara berkala dan mendata kondisi riil masyarakat yang masuk di kategori pra sejahtera, peran pendamping keluarga ini juga memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga-warga yang ada potensi rentan terhadap stunting.
“Misalnya memberikan pemahaman dan sosialisasi terus kepada keluarga rentan stunting ini mulai dari 1000 hari kehidupan itu, dan beraneka kegiatan yang sifatnya pencegahan stunting, sehingga itu sudah di-gaiden, dikawal oleh teman-teman masing-masing pendamping itu untuk diberikan pemahaman supaya mereka berperilaku hidup sehat dan paham asupan gizi serta nutrisi sehingga nanti tidak terjadi stunting. Cegah stunting itu penting,” pungkasnya. (*/kk)