Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan program seleksi anak asuh Dinsos Kukar yang merupakan wujud usaha Pemkab Kukar di era kepemimpinan Bupati Edi Damansyah agar anak-anak keluarga pra sejahtera bisa dirawat dan diharapkan mampu merealisasikan cita-cita anak bangsa.
H Hamly mengatakan para anak asuh yang lolos seleksi ini diharapkan agar tidak takut untuk bercita-cita dan belajar dengan baik dengan menambah jam belajar karena untuk biaya pendidikan dan biaya hidup seutuhnya dibiayai oleh Pemkab Kukar sampai lulus.
“Kunjungan kami ke Muara Kaman kegiatan seleksi anak yang akan ditampung di wadah asoh etam di LBK Bukit Biru Tenggarong yang jalan Pesut, seperti panti tapi lain panti dan sebutannya odah asuh anak,” kata Hamly kemarin.
Anak-anak yang masuk di program anak asuh ini ialah mereka yang orang tuanya memang tidak mampu dan masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Mereka ini memang perlu dibantu namun perlu diseleksi juga untuk target kita tahun ini sebenarnya lumayan banyak, cuman setelah kami seleksi sepertinya mereka itu ada yang mau ada yang tidak jadi mungkin hanya sekitar 10 orang yang akan dirawat di odah asuh etam dari semua jenjang baik SD sampai SMP,” papar Hamly.
Program ini tentunya harus mendapatkan kesepakatan dari pihak keluarga dari anak yang bersangkutan semisal harus ada surat pernyataan bahwa mereka memang siap melaksanakan siap menitipkan dan mengikuti semua aturan-aturan yang ada.
“Anak-anak mereka inipun dibiayai mulai dari makannya seragam sekolahnya antar jemput sekolahnya semuanya dibiayai untuk sekolahnya pemerintah yang mengurusi yang pasti dia cuma tahunya sekolah saja hingga berhasil. Jadi yang direkrut adalah yang anak-anak yang memiliki resiko tinggi putus sekolah karena keterbatasan ekonomi,” tegas Hamly. (*/kk)