Hamly optimistis dibawah kepemimpinan Bupati Kukar Edi Damansyah sinergitas antar pemerintah daerah dan pusat bisa lebih intens. Hal ini dilakukan sehingga percepatan pemberian data dan informasi berkaitan dengan pengentasan kemiskinan ekstrim dan pengentasan kemiskinan secara keseluruhan dapat dilakukan dengan tepat sasaran.
“Semua program yang ada di Kukar Idaman berkaitan dengan pengentasan angka kemiskinan, hal tersebut merupakan menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE), yang mengamanatkan untuk menghapuskan kemiskinan ekstrim dari 4 persen atau 10,86 juta jiwa di tahun 2022 menjadi 0 persen atau zero pada tahun 2024. Hal ini merupakan satu bentuk komitmen pemerintah dalam menghapus kemiskinan ekstrim 6 (enam) tahun lebih cepat dari target tujuan pembangunan berkelanjutan,” paparnya.
Bentuk komitmen Pemkab Kukar ini berangkat dari menghadiri kegiatan pengarahan Presiden Joko Widodo dalam rangka percepatan penurunan angka kemiskinan ekstrem bersama Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dan Asisten II Setkab Kukar, Wiyono di Jakarta Convention Center (JCC) September 2022 lalu.
“Saat ini untuk di Kukar masih diolah data terkait warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Setelah di data dan disandingkan dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) ada beberapa wilayah yang memang masih ada kemiskinan ekstrem itu sehingga kami sudah bersepakat arahan pak bupati akan memprioritaskan intervensi program-program baik itu pusat baik itu daerah kepada warga kita yang ekstrem tersebut,” jelas Hamly.
Untuk jumlah angka pasti berapa warga Kukar yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem, Hamly menegaskan hal tersebut masih diolah dan disandingkan datanya oleh pejabat teknis Dinsos dengan DTKS.
“Nanti setelah diolah dan disandingkan sehingga ketemu nanti data pastinya, tapi memang banyak sudah yang meningkat taraf hidupnya karena data ekstrem itu kalau yang kami lihat di Kementerian itu, DTKS 2019, jadi itu data yang lalu, banyak yang sudah kita berikan bantuan sehingga sekarang warga pra sejahtera kita itu sudah banyak yang meningkat taraf ekonominya,” pungkas Hamly. (*/kk)