Kepala Distransnaker Kukar, Akhmad Hardi Dwi Putra mengatakan untuk pembekalan menjahit melalui sub kegiatan perluasan kesempatan kerja di Kecamatan Kembang Janggut dan Sangasanga diikuti sebanyak masing-masing 25 peserta.
“Dilakukan pelatihan selama 10 hari, untuk di Kembang Janggut dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Hambau mulai 17-26 Oktober, sedangkan di Sangasanga dilaksanakan di BPU Sangasanga Dalam dilaksanakan sejak 21-30 Oktober,” kata Hardi kemarin.
Hardi menegaskan pembekalan menjahit yang diberikan kepada kelompok masyarakat untuk berwirausaha perluasan kesempatan kerja ini ditujukan kepada kelompok masyarakat yang memang berminat, artinya ada permintaan langsung dari cakupan paling bawah untuk pelatihan ini. “Jadi ini diberikan kepada kelompok-kelompok yang berminat, bukan kelompok yang diinginkan tapi yang berminat, dan ini usulan dari mereka. Karena kadang-kadang kan ada yang menginginkan saja tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.
Adapun instruktur yang memberikan pembekalan menjahit kepada para peserta ialah dari tenaga yang berkompeten di bidangnya dan memiliki sertifikasi menjahit jebolan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Samarinda.
“Tidak hanya pembekalan dan pelatihan saja, para peserta yang merupakan warga asli Kukar ini juga diberikan masing-masing satu unit mesin jahit dan bahan praktek seperti kain gunting dan semacamnya. Dengan harapan setelah 10 hari mendapatkan pembekalan menjahit ini mereka bisa berwirausaha mandiri dari keahlian menjahitnya,” tegas Hardi. (*hei)