Hendra mengatakan tujuan kegiatan ini untuk menjaga dan memelihara mental spiritual masyarakat di desa eks transmigrasi sehingga mendukung program Gerakan Etam Mengaji (Gema) Idaman 2021-2026.
“Pembinaan mental spiritual adalah usaha untuk memperbaiki dan memperbaharui tingkah laku seseorang melalui bimbingan mental atau jiwanya sehingga memiliki kepribadian yang sehat, akhlak yang terpuji dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan,” kata Hendra.
Pemkab Kukar melalui konsep pembangunan daerahnya yaitu Kukar Idaman (Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri) telah lebih dulu memandang pembinaan mental spiritual sebagai sesuatu yang penting dalam membentuk pondasi keagamaan yang kuat di masyarakat.
“Kami merasa perlu untuk ambil peran dalam upaya menciptakan SDM yang unggul, produktif dan modern di Kukar melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an metode Tilawati bagi Masyarakat Eks Transmigrasi di Kecamatan Kota Bangun,” terang Hendra.
Lebih jauh Hendra menegaskan, pihaknya melalui Bidang Pengembangan Desa dan Kawasan Transmigrasi pada tahun 2022 ini dan untuk tahun-tahun selanjutkan akan terus berupaya melakukan pengembangan mulai dari penguatan sumber daya manusia, penguatan infrastruktur sosial, ekonomi dan kelembagaan di kawasan transmigrasi di Kukar.
“Pelatihan berlangsung selama tiga hari diikuti sebanyak 21 orang yang berasal dari Desa Kota Bangun I sebanyak lima orang, Desa Kota Bangun II sebanyak 11 orang dan Desa Kota Bangun III sebanyak lima orang. Diharapkan pelatihan ini mampu menciptakan SDM unggul khususnya dari desa Eks Transmigrasi Kecamatan Kota Bangun,” pungkas Hendra. (*/hei)