"Pembukaan pelatihan dihadiri Pak H Saiful Bahri selaku Kabid Pembinaan Pemberdayaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Distransnaker Kukar bertempat di Kampus Ghanesa Samarinda dan dilaksanakan sebanyak 170 jam pelajaran," kata Hardi.
Pelatihan alat berat ini diikuti sebanyak 35 peserta, namun agar pelaksanaannya berlangsung efektif dan optimal, pihaknya membagi dua angkatan, yakni angkatan pertama 16 orang, dan angkatan kedua 19 orang.
"Pelatihan operator alat berat angkatan pertama ini kami kerjasama dengan LPK Ghanesa Samarinda, peserta 16 orang berasal dari Kecamatan Kembang Janggut, Loa Kulu dan Kecamatan Tenggarong," sebutnya.
Pelatihan ini menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan serapan angka siap kerja di Kukar. Prospek serapan angka kebutuhan kerja untuk profesi operator alat berat ini masih sangat tinggi dibutuhkan oleh pasar, khususnya perusahaan besar yang bergerak baik di bidang pertambangan, perkebunan ataupun perusahaan skala besar lainnya yang kini mulai tumbuh dalam hal pemulihan sektor ekonomi pasca pandemi Covid-19.
"Karena memang banyak lowongan untuk operator excavator, dump truk dan grader. Tapi untuk pelatihan yang sedang berjalan ini kita fokuskan di satu pelatihan jenis alat berat yakni excavator," jelasnya.
Selain turut mendukung program dedikasi Kukar Siap Kerja, kegiatan ini juga berdasar pada UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Selain itu juga Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional juga Permenaker Nomor 2 tahun 2016 tentang Sistem Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional.
"Pentingnya memiliki tenaga kerja yang andal dan memiliki standarisasi kompetensi kerja nasional. Ini bukti kerja nyata mendukung program Dedikasi Kukar Idaman yakni salah satunya Program Kukar Siap Kerja. Dan kami selalu gaungkan pada setiap waktu dan kesempatan tagline Distransnaker Kukar, #nyamanbecarikerja," pungkas Hardi. (*/kk)