Tak hanya membuka stand, dengan upaya kreatif dan kerja keras serta konsep yang menarik, nyatanya Stand Expo Bapenda Kukar menjadi tempat yang paling banyak didatangi pengunjung.
Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo (BJS) didampingi Kepala Bidang Perencanaan Pengawasan dan Pengembangan Erwan Riyadi mengatakan, dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukan ialah tujuan awalnya agar masyarakat mengubah pandangan Bapenda merupakan sebuah instansi yang dekat dengan masyarakat, bukan justru instansi yang dijauhi.
Hal ini penting karena selama ini masyarakat agak enggan mendekat berkaitan persoalan pajak dan semacamnya.
“Jadi kami ingin mengubah persepsi itu, itulah mengapa kami rajin melakukan sosialisasi, kan dengan berbagai cara termasuk yang ekspo kemarin. Efektif sosialisasi melalui expo itu, kan kita berhubungan langsung face to face dengan masyarakat jadi ingin mendekatkan diri sekaligus ingin mengubah wajah Bapenda itu sendiri,” katanya.
Menjadi perangkat daerah yang lebih dekat dengan masyarakat, maka bisa diterima dengan nyaman, sehingga pada akhirnya nanti apapun yang Bapenda lakukan dengan bersosialisasi, masyarakat pun bisa menerima lebih mudah.
“Apa yang kami lakukan disitu ya berkaitan dengan misi tadi, maka dari itu kami lebih proaktif, mengajak komunikasi, ngajak ngobrol bahkan kami sempat bikin beberapa podcast dengan masyarakat terus juga untuk menariknya kita memberikan hadiah-hadiah dengan teknis tidak diberikan secara gratis ada pertanyaan-pertanyaan seputar pajak retribusi sekaligus menambah wawasan masyarakat, itulah cara-cara sederhana kami untuk mendekatkan urusan pemerintah itu dengan masyarakat,” jelasnya.
Cara-cara hiburan dan suasana santai menjadi cara yang tepat dalam mensosialisasikan pajak dan retribusi daerah kepada masyarakat. Erwan membeberkan dengan cara entertain inilah yang lebih mudah diterima di masyarakat.
“Mayoritas masyarakat itu kan sukanya yang ringan-ringan. Kalau kita sampaikan yang berat-berat semisal data dan segala macamnya, orang pasti tidak akan mau jadi memang strateginya begitu dan kami sudah dua kali ikut expo, pertama di Sangasanga pada Januari lalu dan yang kedua yang Samboja kemarin,” terangnya.
Dari kedua expo yang telah diikuti, hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim kreatif Bapenda Kukar, ternyata memang masyarakat itu lebih menginginkan pola-pola hiburan dan ada semacam kuisioner serta lebih interaksi komunikatif dengan masyarakat umum.
“Stand expo yang paling ramai itu ya stand Expo-nya Bapenda, begitu pula yang di Samboja justru lebih heboh lagi. Kunjungannya masyarakat paling ramai ketimbang stand-stand expo lainnya. Itu artinya cara-cara seperti itu ternyata lebih efektif untuk mereka bahkan mereka senang dengan cara-cara seperti itu karena Bapenda orangnya ramah-ramah dan sehingga kesan mereka terhadap pandangan bahwa benda itu urusannya ribet dan segala macamnya bisa terkikis dengan adanya pola seperti itu,” terangnya. (*/kk)