“Yang mana pasca pandemi ini kita terpuruk terutama para pedagang dan para pelaku UMKM kita dan adanya pasar Tangga Arung ini memfasilitasi dan yang jelas menumbuhkan perekonomian Kukar. 2022 ini sudah mulai baik APBD murni dan perubahannya, bahkan bapak itu, (Bupati Kukar Edi Damansyah) maunya di awal 2023 sudah bisa dilakukan ground breaking, targetnya memang harapan kita selesai di 2024 tapi kalau kita ada dan banyak sumber pendanaan di luar APBD maka harapannya 2023 sudah selesai,” kata Vanesa.
Nana sapaan akrabnya menyebutkan, luasan lahan pasar Tangga Arung keseluruhannya sekitar 48 hektare, sebesar 235 miliar diperlukan untuk melakukan revitalisasi pasar Tangga Arung ini. “Didalamnya termasuk manajemen kontruksi, dan Amdal. Pada APBD Perubahan 2022 ini ada dianggarkan sekitar Rp 4,2 milliar, anggaran itu digunakan untuk land clearing (pembukaan lahan), dan perbaikan saluran drainase,” sebut Nana.
Pembiayaan sementara ini dari APBD Kukar, namun Bupati Kukar juga berusaha mencari sumber dana lainnya, sehingga percepatan revitalisasi pasar bisa segera dilakukan. Konsepnya pasar ini nanti dibangun semi modern, ada ruang terbuka hijau dan sarana prasarana yang ramah disabilitas, seperti akses jalan naik tangga ataupun sarana prasarana penunjang lainnya seperti toilet dan ruang untuk bersantai lainnya.
“Ini dibangun 2 lantai, dengan jumlah kios 1.126. Sementara data pedagang berada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, yang roof top itu bisa digunakan untuk lahan parkir juga nantinya,” sebutnya.
Ia berharap, dengan revitalisasi pasar Tangga Arung dapat membangkitkan perekonomian Kukar. Pemerintah daerah memfasilitasi sarana perdagangan, dengan merevitalisasi pasar Tangga Arung, dan dapat menumbuhkan perekonomian sehingga terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
“Inginnya Bupati 2023-2024 ini bisa selesai, sehingga bisa segera difungsikan,” ungkapnya.
Sementara, Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kutai Kartanegara yang juga perwakilan Dewan Pendidikan Kukar, Prof Jonathan Palinggi memberikan dukungannya agar revitalisasi pasar Tangga Arung bisa segera terealisasi karena mampu sebagai penunjang perekonomian dan memberikan efek domino yang positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Secepatnya harus dilakukan itu, selama ini lahan eks pasar Tangga Arung bisa dibilang lahan yang tidak berfungsi, karena sekian lama tudak dituntaskan, jadi pemerintah daerah harus mengambil langkah langkah konkret untuk mensejahterahkan masyarakatnya, salah satu langkah yang tepat dengan melakukan revitalisasi pasar Tangga Arung,” kata Jonathan.
Menurutnya, lahan eks Pasar Tangga Arung, merupakan tempat yang strategis, karena lokasinya berada di tengah-tengah kota, sehingga memudahkan pengunjung yang ingin ke pasar. Selain itu Kukar telah menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, kedepan tentu transaksi di pasar semakin meningkat. “Infrastruktur pasar ditengah kota perlu dipersiapkan, untuk menunjang kebutuhan IKN,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, revitalisasi pasar ini perlu penataan yang baik, sehingga dapat mengakomodir para pedagang, dan pemandangan kota terlihat lebih indah dan nyaman bagi masyarakat pengunjung. “Master plan atau penataannya harus baik, kalau diatur dengan baik tentu hasilnya baik, bisa mengakomodir pedagang dipinggir jalan, kalau masih ada pedagang dimana-mana sangat mengganggu estetika pemandangan,” sebutnya.
Dirinya berharap, adanya pasar di tengah kota, memudahkan pengunjung bagi Kecamatan sekitar untuk menuju pusat perbelanjaan, sehingga perputaran ekonomi berjalan dengan baik. “Saya kira dengan 2 pasar dioptimalkan tidak masalah, yang pasar Mangkurawang mempermudah daerah sekitarnya, Tangga Arung begitu juga,” tuturnya. (*/hei)