Hardi menjelaskan Kukar Job Fair ini merupakan implementasi dari Program Kukar Siap Kerja. Selain tentunya melakukan kegiatan pelatihan-pelatihan kerja yang telah dilaksanakan, diharapkan dengan Job Fair ini dapat menekan angka pengangguran di Kukar.
“Memang kalau saya perhatikan angkanya (pengangguran, Red) terus menurun walaupun menurut Pak Bupati juga belum ideal tapi yang jelas ada penurunan. Salah satu yang kita lakukan melalui upaya Job Fair. Perusahaan siap kooperatif Alhamdulillah, namun sebenarnya masih ada perusahaan yang ingin ikut serta di Job Fair ini, cuman sudah kami tutup dan ini adalah seperti dikatakan tadi, diutamakan untuk warga kita khususnya yang ber-KTP Kutai Kartanegara. Jadi kita prioritaskan untuk itu yang dapat diterima bekerja di perusahaan-perusahaan,” jelasnya.
Meskipun Job Fair ini berlangsung selama dua hari saja, yakni kemarin dan hari ini, Distransnaker Kukar siap mengakomodir semua warga Kukar yang mendaftarkan dirinya sebagai calon tenaga kerja.
"Tetap kami buka walaupun nanti tidak seperti terbuka di Job Fair ini, tapi tetap kita buka. Tadi salah satunya berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara. Sampai jam 02.00 siang tadi (kemarin, Red) kita data ada 159 pencari kerja, walaupun secara online mereka juga banyak melakukan pendaftaran online yang dari perusahaan maupun yang lewat kami yang pasti terus bertambah insyaallah terus itu,” terangnya.
Dirinya berharap kegiatan Job Fair semacam ini bisa terselenggara terus setiap tahunnya. Meskipun pada kenyataannya sebenarnya pihak Distransnaker rutin melakukan Job Fair skala kecil di setiap waktu dan kesempatan.
“Job Fair-Job Fair mini sudah kita laksanakan, contoh seperti kemarin di pameran Sangasanga kemudian diekspos tenaga kerja daerah yang kita laksanakan di Grand Elty Singgasana. Itu juga sudah kita lakukan dari dalam setiap event. Kami melaksanakan event seperti ini, cuma memang yang terbesar yang kita lakukan hari ini,” harapnya.
Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan kegiatan ini sebelumnya memang ditegaskan kepada Distransnaker Kukar untuk bisa dilaksanakan. Terakhir kali Kukar menyelenggarakan Job Fair ialah pada 2014 silam.
“2014 dan ini 2022 baru bisa terlaksana, tapi tadi sudah saya sampaikan bahwa bursa kerja ini tidak hanya kita membuka peluang kerja bagi saudara-saudara kita yang mencari kerja tetapi juga ini memperbaiki tata hubungan pola koordinasi, sehingga informasi data baik itu di perusahaan maupun data pengangguran yang ada di Dinas Tenaga Kerja Kutai Kartanegara itu bisa diketahui oleh manajemen perusahaan, apalagi yang berada di sekitar areanya,” tegasnya.
Jadi menurut Edi dengan adanya informasi tersebut (kebutuhan tenaga kerja, Red) bisa menjadi acuan dalam mencari solusinya. “Karena tadi sudah saya sampaikan, jangan sampai persoalan tenaga kerja lokal mengganggu Kamtibmas, apalagi mengganggu kondusifitas iklim investasi di Kutai Kartanegara,” tukas Edi. (*/KK)
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah